BERBAGI
Ketua Panwaslu Jayawijaya Fredy Wamu. (Foto:Itlay?wone)

WAMENA –  Selama pelaksanaan kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya didapati banyak anak-anak di bawah umur yang ikut kampanye bersama orang tua mereka. Hanya saja, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Jayawijaya tak bisa membatasi anak-anak mengikuti orang tuanya terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panwaslu Jayawijaya Fredy Wamu mengakui memang mendapati keterlibatan anak-anak dalam kampanye, hanya saja pihaknya tak bisa membatasi mereka. Meski secara aturan tak memperbolehkannya.

“Secara (aturan) memang benar anak-anak dilarang ikut dalam kampanye, namun bila orang tuanya terlibat dalam kampanye dan bila anaknya ditinggal di rumah, lalu jika terjadi sesuatu kepada anak-anaknya siapa yang bertanggungjawab,” kata Fredi saat ditemui di Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (23/5) kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya tak bisa melarang. Hanya saja, pihaknya berharap agar anak-anak tersebut tidak berperan secara aktif dalam pelaksanaan kampanye itu. Bila ada, maka akan menjadi temuan.

“Namun sejauh ini keterlibatan anak-anak hanya mengikuti orang tua saja, dan kami lihat tidak ada keterlibatan anak di bawah umur secara aktif dalam kampanye politik,” ujarnya.

Secara umum, pelaksanaan tahapan pilkada kabupaten tidak ditemukan pelanggaran, meski begitu Panwas terus melakukan pengawasan, baik di tingkat distrik (Panwas Distrik) maupun Panitia Pengawas Lapangan (PPL).

“Tahapan pengawasan baik kampanye untuk pilkada Bupati dan Wabup Jayawijaya dan calon gubernur sudah berjalan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, kata Fredy, masih menunggu jadwal kampanye.  Dari informasi yang diterima, dalam waktu dekat salah satu paslon Gubernur Papua akan menggelar kampanye di Jayawijaya.

“Panwas Kabupaten Jayawijaya akan terlibat langsung untuk melakukan pengawasan dan kami akan tunggu kapan mereka akan melakukan kampaye,” pungkasnya.(lay/man)