BERBAGI
Asisten I Setda Jayawijaya, Tinggal Wusono. (Foto:Itlay/Wone)

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan maskapai penerbangan telah melakukan pertemuan membahas permasalahan tiket yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Dalam pertemuan itu, kedua pihak bersepakat akan menambah jam penerbangan atau ekstra flaight Wamena-Jayapura.

“Pada hari Kamis kemarin kita memanggil semua aviasi, khususnya terkait dengan penumpang. Kita minta kepada mereka memberikan laporan kaitannya dengan permasalahan yang terjadi di Bandara Wamena terkait kelangkaan tiket,” ungkap Asisten I Setda Jayawijaya, Tinggal Wusono saat ditemui di Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (23/5) kemarin.

Ia mengatakan, pihak aviasi telah melaporkan kepada pemerintah dan telah menjadi bahan diskusi. Dalam pertemuan itu disepakati akan menyusun langkah-langkah bagaimana mengatasi permasalahan kesulitan mendapatkan tiket dengan harga yang tinggi itu.

Menurutnya, sesuai dengan diskusi dari pihak aviasi juga berusaha untuk menyusun langkah-langkah termasuk penambahan jam terbang (ekstra flaight) terkait dengan kekurangan penerbangan itu.

“Kami juga dari pemerintah daerah siap membantu untuk memberikan dukungan secara administrasi ketika memang dari pihak aviasi itu memerlukan,” katanya.

Pihaknya juga meminta kepada pihak aviasi untuk melakukan penertiban sesuai regulasi penerbangan yang ada. Jangan sampai terjadi permainan oleh para calo.

“Itu yang kita sudah sampaikan, dan kita juga diminta oleh pihak aviasi untuk bisa menyebarluaskan kepada masyarakat terkait dengan kelangkaan tiket ini. Dan mereka menyarankan bahwa masyarakat dan pegawai itu diharapkan jauh-jauh hari sudah bisa menjadwalkan keberangkannya sehingga tidak dalam waktu yang mendesak dan bisa menjadi masalah,” tuturnya.

Sementara soal sapu bersih pungutan liar (saber pungli), pihaknya tak membahasnya. Hanya saja, pihaknya meminta kepada aviasi mentaati ketentuan perundang-undangan yang ada.

“Diharapkan tidak ada calo-calo lagi, dan kita memang kemarin minta bantuan kepada pihak perhubungan untuk bisa membantu dalam pelaksanaan penertiban itu,” katanya.(lay/man)