BERBAGI
Ketua-DPRD-Jayawijaya-Taufik-Petrus-Latuihamallo

WAMENA  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jayawijaya bakal memanggil semua maskapai penerbangan yang melayani jasa keberangkatan penumpang di Wamena, Jayawijaya membahas permasalahan mahal dan sulitnya mendapatkan tiket dan harga tiket yang mahal.

Ketua DPRD Jayawijaya Petrus Latuihamallo mengungkapkan, sebelum dirinya ke Jakarta telah melakukan pertemuan bersama dengan Bupati Jayawijaya membahas tentang permasalahan ini.

“Sebab sudah sulit tapi juga mahal harga tiket dan tiket dari Wamena ke Jayapura,” ungkapnya saat ditemui di Wamena, Selasa (22/5).

Meski ada upaya pembahasan terkait masalah ini, namun hingga saat ini banyak masyarakat di Jayawijaya yang mengeluhkannya.

Oleh karena itu, kata Petrus, Penjabat Sementara Bupati Jayawijaya sendiri telah memerintahkan ke Asisten Setda Jayawijaya untuk memanggil kembali aviasi, namun karena beberapa hari terakhir diliburkan maka pihaknya belum mendapatkan kepastian informasinya.

Meski demikian, Ketua DPRD Jayawijaya menegaskan pihaknya akan memanggil semua aviasi dan pihak-pihak terkait untuk membicarakan keluhan masyarakat ini.

“Kami DPR berencana akan memanggil aviasi dan pihak terkait untuk membicarakannya,” ujarnya.

Latuihamallo melihat, persoalan ini harus segera diantisipasi terkait dengan hari raya. Sebab, masalah tiket ini banyak dikeluhkan dan memang masyarakat menghadapi kesulitan.

“Saya pikir setiap tahun seperti ini, pada saat hari-hari raya ini juga bermasalah. Oleh karena itu kami akan mencari di mana permasalahannya supaya masyarakat tidak dikorbankan dengan harga tiket yang mahal dan sulit ini,” tegasnya.

Dalam permasalahan seperti ini, Tim Saber Pungli Kabupaten Jayawijaya berperan untuk melihat persoalan ini. Petrus mengaku, dalam pertemuan dengan Muspida, pihaknya sudah meminta kepada Kapolres Jayawijaya agar tim ini benar-benar difungsikan.

“Untuk apa kalau kita hanya membentuk tim ini lalu tidak berfungsi dengan baik,” katanya.

Menurutnya, bila tim saber pungli tidak bisa, mungkin ada pihak keamanan lain yang bisa dimintakan bantuannya agar mem-BKO tim saber pungli. “Saya pikir kami punya komitmen yang sama Polres dan bupati untuk segera menyelesaikan ini,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun koran Wone, masyarakat yang hendak berangkat ke Jayapura kewalahan untuk mendapatkan tiket. Sudah begitu, harga tiket pun melambung tinggi dari harga normal.

Biasanya, untuk tiket pesawat dijual dengan harga Rp 500 ribu – Rp 600 ribuan, namun akhir-akhir ini naik hingga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta rupiah. Masyarakat berharap permasalahan ini segera diselesaikan oleh pemerintah dan pihak aviasi di Kabupaten Jayawijaya.(lay/man)