BERBAGI
Wali Kota ajak Warga Kristen tidak Mudah Terpovokasi
Suasana Ibadah Perayaan Hari Pantekosta ke II di Taman Imbi Kota Jayapura

JAYAPURA –  Wali Kota Jayapura DR. Bnhur Tomi Mano mengajak agar umat Kristen tidak mudah Terprovokasi dengan kejadian pemboman di Surabaya beberapa waktu lalu yang menelang korban jiwa, sebab apa yang mereka lakukan adalah tindakan yang tidak terpuji dan bukan atas nama agama atau apapun.

Kota Jayapura merupakan Kota Multikultur dan Multi Budaya, sehingga pihaknya terus mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keberagaman yang ada.

“Dengan perayaan Hari Pantekosta ke II, Tahun 2018 hendaknya menjadi momentum kebangkitan Iman Kristen di Kota Jayapura,” ungkap Wali Kota Jayapura dalam sambutanya yang dibacakan Asisten 1 Setda Kota Jayapura Drs Hanok Wambukomu, MM, pada Perayaan Hari Pantekosta ke II, Jemaat Rayon B Klasis Kota Jayapura di Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin, (21/5).

Menurut Hanok Wambukomu, datangya Roh Kudus, harus dimaknai dengan suka cita bagi Jemaat di Rayon B. Selain itu, Pemerintah Kota selalu mengingatkan kepada Jemaat untuk tetap menjaga toleransi umat beragama,” katanya.

Sementara itu, Pendeta Sintje Loupatty dalam Khotbahnya mengatakan bahwa, seluruh umat beragama pasti mengajarkan tentang kedamaian dan khusus untuk umat Kristen harus memaknai hal tersebut dengan kedatangan Roh Kudus ke Bumi.

“Yesus Kristus telah mengajarkan kita tentang kedamaian dan wajib bagi kita untuk menerapkan cinta damai minimal di kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sintje menginggatkan kepada umat untuk tidak mudah terprovokasi dengan kejadian yang terjadi di Surabaya, sebab kita diajarkan untuk saling mengasihi dan selalu memaafkan.

“Yesus kristus mengajarkan untuk memaafkan bagi orang yang melakukan kejahatan dan yesus juga mengajarkan untuk selalu mendoakan mereka. Jika kita membalas dengan kejahatan maka rantai kebencian tidak akan putus, oleh sebab itu kita harus saling mengasihi dan saling memaafkan,” ungkapnya.(fid/pel)