BERBAGI

 

Berto/Wone Korban Pembacokkan, Hasmy Raj’bun saat dikunjungi Wone di salah satu RSUD di Kota Jayapura, Senin (21/5) malam.
Berto/Wone
Korban Pembacokkan, Hasmy Raj’bun saat dikunjungi Wone di salah satu RSUD di Kota Jayapura, Senin (21/5) malam.

Mendengar Kesaksian Korban Pembacokkan yang Selamat di Tahiti.

 Awal keributan diawali dari pelaku yang memarkirkan motornya di depan pagar rumah korban, ditegur untuk memindahkan motornya tak terima dan balik menantang. Bagaimana kronologis kejadian menurut penuturan korban?

Laporan : Berto Tungkoye

Kejadian yang tak manusiawi dilakukan oleh tiga orang pelaku berinisial, AD alias Dian (19), IN (30) dan MW (19). Saat ini ketiga pelaku masih mendekam di tahanan Mapolres Jayapura Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari perbuatan ketiga pelaku, mengakibatkan hilangnya nyawa korban, Dani Subhi Nuzil (38) meninggal dunia dan Hasmy Raj’bun (32) masih dirawat di rumah sakit untuk menjalani perawatan medis akibat sabetan pedang ke tubuhnya.

Korban Hasmy Raj’bun sementara ini masih ditangani pihak medis rumah sakit karena mengalami luka bacok di tangan kiri yang hampir putus dan tangan kanan dan kepala yang mengalami luka menganga tetapi telah ditangani tim medis.

Salah satu dari tiga pelaku ini, sebelumnya pada hari, Senin (7/5) mendatangi rumah korban dan memarkir kendaraan roda duanya (motor) tepat di depan pintu masuk rumah korban.

Dan pelaku masuk ke lingkungan rumah korban bagian belakang (katanya cari nasabah-red). Korban Hamsy Raj’bun melihat motor yang terparkir di depan pintu masuk (yang biasa dilalui kendaraan-red) menegur pelaku yang kebetulan dari lingkungan rumah keluar untuk memindahkan motornya.

Pelaku menjawab, “Saya ingin menagih untang dari Koperasi,” kata pelaku tersebut. Lalu korban sampaikan atas nama siapa yang meminjam uang di rumah sini, pelaku menyebutkan nama dari peminjam uang. Namun tidak ada satupun dari nama-nama yang disebut pelaku, sebagai keluarga korban yang meminjam uang dari Koperasi tersebut.

Selanjutnya, korban menyuruh pelaku untuk memindahkan motornya dari depan pintu yang saat itu menghalangi keluar masuknya orang dan kendaraan dari dalam rumah korban.

Namun pelaku dengan nada kasar membalas kepada korban, disitulah baku adu mulut pun tak dapat dihindarkan. Tak lama kemudian pelaku meninggalkan korban dan pergi dari lokasi atau halaman rumah korban.

Setelah lewat beberapa hari tepatnya, Kamis (10/5), pelaku dan dua saudaranya mendatangi rumah pelaku dengan telah membawa alat tajam (sudah merencanakan dan ada niat untuk melakukan kejahatan-red).

Ketiganya datang ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di samping Pos Yanmor Tanah Hitam Abepura, tidak jauh dari rumah kedua korban. Ketiga pelaku duduk di salah satu warung sambil pesan makanan dan mengawasi lingkungan setempat sebelum melakukan aksinya.

Setelah ketiga pelaku melihat dan mengamati TKP dengan anggapan situasi aman, aksi mereka mulai berjalan, pelaku IN lebih dulu masuk ke dalam pagar dan mendekati Korban Hasmy Raj’bun, kebetulan korban saat itu sedang menjaga Kios yang berada di dalam pagar rumah korban.

Pelaku IN langsung mendorong korban dan mengeluarkan sebilah pisau (badik/keris). Pelaku IN langsung mengancam korban Hasmy Raj’bun, dengan menaruh badik (sejenis alat tajam-red) di leher korban. Pelaku langsung mengatakan, “Kenapa kamu memukul adikku,” kata pelaku IN.

Korban yang tidak tahu apa-apa menjawab, “saya tidak memukul,” sahutnya tegas. Namun, badik yang digunakan pelaku masih berada di leher korban. Korban pun langsung memegang dengan erat badik tersebut (sampai jarinya luka-red), berupaya untuk menghindari dari ancaman itu dari lehernya.

Saling Tarik-menarik mulai dilakukan korban dan pelaku. Korban berupaya menghindar dan sebilah alat tajam (parang) kebetulan berada di dalam kios atau tempat kejadian awal pelaku dan korban.

Korban pun langsung mengayunkan parang pada kepala Pelaku IN. Tak lama, pelaku IN meninggalkan Korban Hasmy Raj’bun dan pelaku IN keluar bertemu dua pelaku lainnya AD dan MW yang posisinya telah berada di luar pagar.

Ibu korban, keluar dan menegur ketiga pelaku yang ditangannya telah memegang alat tajam. Lalu menutup pintu pagar, salah satu pelaku langsung menebas dengan sebilah alat tajam kepada ibu korban, tetapi ibu korban secepatnya menarik tangan sehingga selamat dari bacokkan pelaku.

Kedua korban, kaka beradik melihat hal tersebut tak menerima karena ibunya diperlakulkan oleh pelaku seperti itu. Kedua korban langsung lakukan penghadangan terhadap ketiga pelaku.

Disinilah awal mulanya perkelahian sehingga kedua korban mengalami luka-luka bacokkan dan korban, Dani Subhi Nuzil (menghembuskan nafas terakhir), korban , Hasmy Raj’bun saat ini masih dirawat di rumah sakit. Setelah kejadian itu, korban mengaku tidak mengetahui lagi kejadian selanjutnya.

Korban Hasmy Raj’bun, saat dikunjungi Wone, Senin (21/02) malam sedang terbaring di salah satu rumah sakit menyerahkan, seluruh persoalan ini kepada pihak keamanan untuk menangani kasus tersebut. Dia berharap, ketiga pelaku harus diberikan hukuman yang adil sesuai dengan perbuatan mereka.

“Kalau dilihat ini sudah termasuk pasal berlapis, di mana para pelaku sudah merencanakan lalu datang ke rumah untuk melakukan aksinya,” kata Hasmy Raj’bun.

Akan tetapi menurutnya, negara ini adalah negara hokum sehingga persoalan tersebut diserahkan kepada hukum.

Ami biasa dia disapa menyampaikan, walaupun pihak keluarga korban dari  Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) tidak terima dengan kejadian ini, namun sudah dibicarakan secara pendekatan kekeluargaan untuk diserahkan kepada pihak keamanan sepenuhnya.

Dari pengakuan Ami, dirinya sangat sayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh ketiga pelaku, karena melihat jika hukuman mereka diganjar selama belasan hingga puluhan tahun usia mereka dan masa depan akan sia–sia di dalam Lapas. “Begitu juga dengan anak isteri mereka yang ditinggalkan di rumah,” katanya dengan nada sedih.(***)

Luka yang dialami Korban Hasmy Raj’bun

  1. Tangan Kanan : Luka Bacokan 8 Jahitan luar dan dalam.
  2. Tangan Kiri : Nyaris putus di bagian siku (Syok Heamorahagie Kelas IV)
  3. Kepala bagian kiri degan luka bacokan 10 jahitan luar dalam.