BERBAGI
Peradi Oknum Pengacara Nakal akan Ditelusuri
Ketua Peradi Kota Jayapura DR. Anton Raharusun, SE, MH

JAYAPURA – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Jayapura akan  menindak tegas, para Pengacaranya terbukti melanggar Kode Etik Advokat. Pasalnya, Peradi kini sedang memantau semua pengacara-pengacara terkait kinerja mereka memberikan bantuan dan pelayanan hukum kepada  masyarakat pencari keadilan.

Terkait adanya aduan masyarakat tetang oknum-oknum pengacara yang nakal, Raharusun menjelaskan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan menelusuri laporan itu dan menindak oknum-oknum pengacara  yang dinilai melanggar Kode Etik.

“Sudah ada pengaduan dari masyarakat,” singkat Ketua Peradi Kota Jayapura DR. Anton Raharusun, SE, MH kepada Wartawan di Jayapura, Senin  (21/5).

Anton Raharusun mengatakan bahwa, pihaknya tak mau dalam kepemimpinannya hanya karena ulah seorang pengacara seolah-olah semua pengacara itu dianggap sama dalam hal melakukan tugas-tugas profesi, padahal belum tentu hanya satu orang pengacara membuat ulah menipu masyarakat kemudian nama pengacara atau dunia profesi ini tercoreng.

Oleh karena itu, ia menghimbau jika ada masyarakat yang  merasa dirugikan terhadap kinerja pengacara, maka  segera melapor kepada Peradi atau melalui Dewan Kehormatan Daerah untuk diperhatikan.

Sekedar diketahui,  jumlah Advokat di Kota Jayapura sebanyak 160-an Advokat. Sedangkan seluruh Papua 280-an Advokat. Peradi sudah ada 4 DPC di Provinsi Papua. Masing-masing DPC Peradi Kota Jayapura, DPC Peradi Biak, DPC Peradi Merauke dan DPC Peradi Mimika. (mdc/pel)