BERBAGI

Nelayan Papua Batal Dapat Jatah  Kapal Ikan

Nelayan Papua Batal Dapat Jatah Kapal Ikan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Drs. FX Mote, M.S

JAYAPURA – Kebijakan moratorium atau larangan operasional kapal Ikan Asing sejak tahun 2014, menjadikan Indonesia makin banyak memproduksi  kapal ikan  produksi  dalam negeri. Mulai  dari ukuran 3 GT, 5 GT, 7 GT, 10 GT dan 30 GT.

“Hanya saja, masalah di Papua  kapal ikan diberikan tak bisa dikasih masing-masing orang,  tetapi harus sebuah kelompok Koperasi atau Kelompok Usaha Berasama (KUB),” ujar  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi Papua Drs. FX Mote, MSi di Jayapura, Senin   (21/5).

Ia  menjelaskan, nelayan Papua selama ini  bekerja dan mencari ikan secara perorangan. “Mau jadikan mereka dalam kelompok atau KUB menjadi kesulitan. Jadi kita batak terima kapal ikan   yang begitu banyak disediakan Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP)   untuk  nelayan di Papua.

Oleh karena itu, Mote mengatakan, pihaknya menghimbau kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota diseluruh Provinsi Papua segera membentuk Koperasi atau KUB, agar bisa memperoleh jatah kapal ikan  yang tertunda tersebut.

Sebelumnya, Mote juga menyampaikan nelayan yang memiliki Koperasi sesungguhnya mendapat bantuan kemudahan dari KKP, selain jatah kapal ikan, juga mendapat kemudahan-kemudahan lainnya, seperti BBM, asuransi, beasiswa, pendidikan dan kesehatan gratis.  (mdc/pel)