BERBAGI
Istimewa  Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat melakukan peletakkan batu pertama pada pembangunan gedung Gereja Paroki Sang Penebus Sentani, Minggu (20/5).
Istimewa
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat melakukan peletakkan batu pertama pada pembangunan gedung Gereja Paroki Sang Penebus Sentani, Minggu (20/5).

SENTANI-Uskup Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar,OFM mengingatkan, kepada umat Kristen khususnya Katolik untuk tidak iri hati terhadap bangunan tempat ibadah lain yang lebih mewah dibangun ketimbang gereja.

“Membangun gereja bukan untuk bersaing apalagi terhadap bangunan tempat ibadah lain yang lebih mewah dan megah,” katanya dalam sambutan Ibadah Pentakosta sekaligus peletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja Paroki Sang Penebus Sentani di Sentani, Minggu (20/5) kemarin.

Uskup menyebutkan, jika membangun gereja terkandung unsur-unsur iri hati maka itu akan menimbulkan percecokkan di Sentani dan di dunia. “Gereja Katolik dikatakan Yesus merupakan kawanan kecil namun harus menjadi garam sehingga setiap orang bisa merasakannya terlebih dalam hidup sesama di lingkungan tempat tinggal,” pesannya.

Uskup mengharapkan, pembangunan Gereja Paroki Sang Penebus Sentani bisa menciptakan persahabatan antar umat. Hal itu lantaran letak gereja dekat dengan Masjid Agung Al-Aqsa Sentani.

”Jika nanti bangunan gereja selesai diminta agar bupati membangun jembatan layang. Itu justru akan memudahkan dalam komunikasi antar umat bahkan bisa juga digunakan dalam mempelajari dan mengenal adat istiadat antar umat dan tercipta hidup rukun dan damai,” tuturnya.

Di tempat yang sama Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen mengajak, orang Indonesia (di luar Papua-red) untuk belajar toleransi di Tanah Papua. “Sama-sama kita menjaga dan menangkal hal-hal yang datang sehingga tidak merusak persatuan umat agama di sini,” pesannya lagi.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE,M.Si mengungkapkan, Kabupaten Jayapura sudah disepakati sebagai Kabupaten yang damai, harmonis, penuh toleransi mengingat, Kabupaten Jayapura telah dicanangkan sebagai zona Integritas Umat Beragama.

“Persoalan menara yang sempat heboh akhirnya bisa diselesaikan secara perdamaian dengan kekeluargaan yang tinggi. Itu terjadi karena telah dicanangkan zona Integritas umat beragama dan itu telah diberitahukan Menteri Agama RI,” akunya.

Bupati menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura membantu Rp 2 miliar untuk pembangunan Gereja Paroki Sang Penebus Sentani.(tom/yek)