BERBAGI
TUMBUR/WONE  Owner Jungle Chief Papua, Charles Toto
TUMBUR/WONE
Owner Jungle Chief Papua, Charles Toto

SENTANIJungle Chief Papua sangat menyayangkan, telah berubah fungsi hutan sagu menjadi bangunan atau perumahan dan hal itu dapat dilihat di daerah Distrik Sentani Timur. Di mana dulu hutan sagu banyak dijumpai namun kini telah dibabat habis karena membangun perumahan.

Owner Jungle Chief Papua, Charles Toto mengatakan, sagu memiliki filosofi sangat tinggi sebab memenuhi kebutuhan sangat vital seperti, sandang, pangan dan papan.

“Daun sagu bisa membuat pakaian, noken, kulit sagu dijadikan lantai rumah, dinding dan atap. Sagu memberikan protein, karbohidrat dan mineral. Itulah sehingga hutan sagu harus dilestarikan untuk generasi penerus berikutnya,” jelas Toto, Sabtu (19/5).

Charles mengatakan, untuk melestarikan hutan sagu setidaknya harus ada dukungan dari pemerintah daerah dalam hal bantuan kepada masyarakat adat. Sebab dengan itu, hutan sagu tak berubah fungsi mengingat saat ini sedikitnya lahan hutan sagu di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Hutan sagu memiliki banyak kegunaan dari mulai akar hingga daun, apalagi sagu itu sangat erat sekali kehidupannya dengan masyarakat adat,” katanya.

Charles menilai, berubah fungsi hutan sagu yang saat ini terjadi akhirnya menimbulkan masalah seperti, banjir dan tanah longsor.

“Hutan sagu yang mampu menyerap air kini dengan berubah hutan sagu tak ada lagi lokasi resapan air, terutama air hujan dalam intensitas tinggi dan itu menimbulkan banjir di Kota Jayapura dan beberapa lokasi di Sentani,” mirisnya.(tom/yek)