BERBAGI
Aparatur Lini Terdepan Bela Negara
Kepala BPSDM Papua  Zakharias Giay menabuh Tifa, ketika menutup  Kegiatan Sosialisasi Penyusunan Angka Kredit Widyaiswara, Penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Workshop Bela Negara di Lingkungan Pemprov Papua Bekerjasama dengan LAN RI di Aula BPSDM Papua, Cigombong, Jayapura

JAYAPURA – Penjabat Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo menegaskan, agar materi yang diberikan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama mengikuti Workshop bukan segala-galanya, tapi pintu pembuka mempelajari agenda Bela Negara sebagai Calon Aparatur Pemerintahan untuk mengambil bagian lini terdepan dalam setiap upaya Bela Negara, sesuai dengan bidang tugas dan tanggungjawab masing-masing.

“Kesiapsiagaan Bela Negara bagi CPNS adalah kesiapan untuk mengabdikan diri secara total kepala negara dan bangsa dan kesiagaan untuk menghadapi berbagai ancaman multidimensional yang bisa saja terjadi di masa mendatang,” tegas Gubernur Mayjen TNI (Purn) Soedarmo dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua Zakharias Giay, ketika menutup Kegiatan Sosialisasi Penyusunan Angka Kredit Widyaiswara, Penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Workshop Bela Negara di Lingkungan Pemprov Papua bekerjasama dengan LAN RI di Aula BPSDM Papua, Cigombong Kota Raja Dalam, Jayapura, Jumat,  (18/5).

Dikatidakannya, kesiapsiagaan Bela Negara bagi CPNS  sebagai titik awal langkah  panjang  yang didasari oleh nilai-nilai dasar negara. Ketangguhan  mental  yang didasarkan pada nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakni, Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaaan berkorban demi bangsa dan negara akan menjadi sumber energi  yang luar biasa dalam pengabdian  sebagai abdi negara dan abdi rakyat.

Selain itu, sesuai dengan kegiatan Workshop, penulisan Karya Ilmiah, Gubernur mengatidakan agar para CPNS, menilik dari penilaian angka kredit tersebut sangat diharapkan saudara-saudari untuk lebih banyak menyusun/menulis karya tulis Ilmiah sesuai dengan bidang spesialisasi keahlian saudara dan tetap dalam lingkup kediklatan.

“Dengan pelatihan penulisan karya tulis Ilmiah dapat memotivasi diri untuk menulis karya tulis Ilmiah, baik dalam bentuk buku, non buku maupun makalah,” ujar  Gubernur.

Sementara itu, Faizal Ahmad Dhani menuturkan, walaupu Workshop Bela Negara baru langkah awal, tapi ini merupakan peluang bagi semua pihak untuk menjadikan Papua jauh lebih baik.

“Jadi kembali lagi kepada anda semua bagaimana mendesain kegiatan ini dengan cara kritik spesifik Papua. Artinya standarnya nasional, tapi rasa Papua,” katanya.

Sekedar diketahui, Narasumber dari kegiatan Workshop ini, masing-masing Kepala Bidang Pengembangan Program Bidang Diklat Teknis dan Fungsional pada Pusat Pengembangan Program dan Pembinaan Diklat LAN RI Dr. Bayu Hikmat Purwana, M.Pd dan Staf Pusdiklat Bela Negara Kemenhan Letkol (Inf) Faizal Ahmad Dhani.(mdc/pel)