BERBAGI
DOK SATGAS YONIF PR 501 KOSTRAD FOR WONE Satgas Pamtas Yonif Para Raider 501 Kostrad Mengamankan Dua Penyelundup Ganja di Jalan Poros Abepura-Kota, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (18/5).
DOK SATGAS YONIF PR 501 KOSTRAD FOR WONE
Satgas Pamtas Yonif Para Raider 501 Kostrad Mengamankan Dua Penyelundup Ganja di Jalan Poros Abepura-Kota, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (18/5).

JAYAPURA–Satuan Tugas Pengamaan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Para Raider 501 Kostrad menjaring dua penyelundup ganja dalam razia yang digelar di Jalan Poros Abepura–Koya, Kota Jayapura, Jumat (18/5) dini hari.

Dari tangan keduanya aparat mengamankan 2,5 kg ganja yang dikemas 16 paket. Adapun identitas pelaku yakni, berinisial JP dan LR, keduanya tercatat sebagai warga Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura.

Komandan Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad, Letkol Inf. Eko Antoni Chandra. L dalam siaran persnya mengatakan 2 kg ganja ditemukan dalam 15 paket ukuran sedang yang disimpan dalam kardus mie instan, sedangkan satu paket seberat 500 gram disembuyikan oleh pelaku pada saku celananya.

“15 Paket ganja ini ditemukan di alang-alang sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ujung Kampung Nafri. Dugaan ganja ini akan dibawa ke Kabupaten Keerom oleh kedua pelaku,” kata Eko, Jumat.

Eko menegaskan, saat ini pelaku dan barang bukti ganja telah diserahkan kepada pihak Polsek Abepura untuk proses lebih lanjut. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, mereka sudah kami serahkan,” terangnya.

Ia pun mengimbau, kepada warga Papua agar tidak membawa, menggunakan, apalagi sampai mengedarkan segala jenis narkotika. Eko pun menyatakan, tak akan segan-segan menindak tegas para penyalahgunaan narkoba di wilayah Perbatasan.

Kapolsek Abepura, AKP. Dionisius mengatakan, pihaknya akan memproses lanjut kedua pemuda atas kepemilikkan ganja di wilayah Perbatasan. Ia pun mengharapkan, tindakan Satgas 501 Kostrad dapat memberikan efek jera kepada para pemakai maupun pengadar narkoba.

“Tidak ada kata toleransi bagi setiap kasus penyalahgunaan narkoba. Kami akan jerat keduanya dengan Pasal Pasal 111 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara,” tegasnya. (ful/yek)