BERBAGI
Kapolres Jayawijaya AKBP Yan B. Reba. (Foto:Itlay/Wone)

WAMENA – Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya disinyalir sebagai daerah yang dianggap banyak memproduksi minuman lokal jenis Cap Tikus (CT). Hal ini terbukti, banyaknya aktivitas warga setempat maupun masyarakat dari distrik tetangga yang datang membeli di sejumlah titik tempat miras tersebut.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan B. Reba sendiri mengakui hal tersebut. Menurutnya, selain sebagai sentra produksi CT, di daerah Wesaput juga diduga ada aktivitas prostitusi terselubung dan menjadi tempat judi sabung ayam.

“Di Wesaput kita sinyalir ada tempat judi sabung ayam, tempat pembuatan miras dan prostitusi terselubung banyak di sana  sehingga kita akan bongkar tempat-tempat tersebut,” tegas Reba saat di temui di Wamena, Kamis (17/5).

Menyikapi hal ini, kata Reba akan menggelar rapat bersama Kodim 1702/Jayawijaya, Satpol PP, masyarakat untuk membongkar tempat di Wesaput. Namun demikian, menurut Kapolres pihaknya akan memberikan peringatan kepada mereka untuk menghentikan aktivitas yang merugikan tersebut.

“Kami akan menyurati terlebih dahulu memberikan peringatan kepada mereka,” tegasnya.

Dia mengatakan, bila peringatan tersebut tidak diperhatikan lagi maka aparat keamanan bersama pemerintah akan mengambil tindakan tegas membongkar tempat-tempat tersebut, baik tempat prostitusi terselubung, sabung ayam dan sentra produksi miras. “Kita akan masuk dan bongkar tempat-tempat tersebut,” imbuhnya.

Langkah Kepolisian Resort Jayawijaya tampaknya ini tampaknya harus segera diambil karena masyarakat setempat banyak mengeluhkan peredaraan Miras di Wesaput. Selain itu, Kapolres mengaku, selama ini tingginya angka kriminalitas di Jayawijaya  terjadi akibat minuman keras oplosan.

Oleh karena itu, Reba berharap pemerintah dapat mendata penduduk sehingga dapat mengetahui kegiatan atau aktivitas mereka di sana sehingga tidak menjamur di Kabupaten Jayawijaya.

“Ini harus jelas agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari dan bisa sangat membahayakan generasi muda,” tegasnya.

Sebelumnya, warga di Kampung Wesagenya, Distrik Wesaput juga sempat menyatakan sikap untuk menolak peredaraan minuman keras (miras) jenis CT. Hanya saja, hingga saat ini masih terlihat aktivitas penjualan miras.

Masyarakat berharap, aparat kepolisian maupun pemerintah segera mengambil tindakan dengan menggrebek titik-titik sentra pembuatan milo sehingga para generasi muda tidak menjadi korban.(lay/man)