BERBAGI
DOK SATGAS YONIF 501 KOSTRAD/WONE  Anggota Satgas Pamtas Yonif Para Raider 501 Kostrad Tengah Mempercantik Masjid Nurul An Nur yang ada di wilayah Perbatasan, Menjelang Bulan Ramadan.
DOK SATGAS YONIF 501 KOSTRAD/WONE
Anggota Satgas Pamtas Yonif Para Raider 501 Kostrad Tengah Mempercantik Masjid Nurul An Nur yang ada di wilayah Perbatasan, Menjelang Bulan Ramadan.

JAYAPURA-Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1439 Hijriah, Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Para Raider 501 Kostrad menyerbu rumah ibadah yang ada di wilayah Perbatasan.

Serbuan ini bukan karena adanya tindak kejahatan, melainkan karya bakti di rumah ibadah. Selain rumah ibadah umat muslim di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, TNI juga menyasar rumah ibadah umat kristiani di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Misalnya karya bhakti di Gereja Betlehem, prajurit Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad membuat pintu gerbang dan pengecatan bangunan gereja. Pembuatan pintu gerbang ini dikarenakan gerbang telah rusak dan berkarat.

Untuk Masjid Nurul An Nur, karya bakti meliputi pengecetan bagian luar dan dalam bangunan Masjid. Satgas juga pengecatan kembalu tempat wudhu, kusen pintu, jendela hingga pemasalangan kawat dan memeriksa instalasi listrik pada Masjid.

Sholeh selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul An Nur, mengapresiasi sentuhan TNI dengan membantu merawat dan merenovasi Masjid Nurul An Nur. Ia berharap kepedulian personel Satgas terhadap rumah ibadah bisa ditularkan kepada warga di Kampung Pitewi ini.

Senada juga disampaikan Kepala Kampung Mosso, Agus Wepafoa yang menilai tindakan Satgas Pamtas Yonif Para Raider 501 Kostrad dengan merawat gereja patut ditiru. Ia pun mengajak masyaakat Kampung Mosso agar menjaga dan merawat gereja tersebut.

“TNI dari Kostrad yang bukan berasal dari tanah Papua saja mau merawat Gereja kita, apalagi kita yang asli masyarakat Papua harus bisa lebih menjaga dan merawatnya,” tuturnya.

Komandan Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad, Letkol Inf. Eko Antoni Chandra. L berpesan kepada masyarakat agar turut berperan dalam menjaga dan merawat rumah ibadah di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Menjaga dan merawat rumah ibadah adalah kewajiban kita bersama sebagai insan hamba Tuhan Yang Maha Esa, tanpa memandang siapa dan apa pekerjaan kita. Sebab apabila rumah rumah ibadah tersebut selalu dirawat dan dijaga kebersihannya, maka kita juga yang akan menikmati hasilnya,” katanya.(ful/yek)