BERBAGI
Kapolsek KP3 Udara Wamena Ipda Enceng Kurniadi. (Foto:Itlay/Wone)

WAMENA – Setelah kaburnya 19 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Wamena beberapa waktu lalu, aparat Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya masih melakukan upaya pencariaan agar para tahanan tersebut tidak kabur ke luar daerah.

Salah satu tempat yang menjadi perhatian kepolisian adalah di Bandar Udara (Bandara) Wamena. Mereka menyiagakan anggota kepolisian untuk mengantisipasi mereka kabur menggunakan pesawat udara melalui Bandara Wamena.

“Kami mengantisipasi warga binaan Lapas yang kabur itu sehingga mereka tidak melarikan diri ke daerah lain,” jelas Kapolsek KP3 Udara, Ipda Enceng Kurniadi saat ditemui di Mapolsek KP3 Udara, Wamena, kemarin.

Menurutnya, para tahanan ini bisa saja kabur menggunakan pesawat udara ke daerah-daerah pemekaran sehingga pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap mereka.

Sebelumnya, Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan B Reba mengungkapkan, ke 19 orang warga binaan yang yang kabur itu masih berada di wilayah Kabupaten Jayawijaya. Pihaknya terus melacak keberadaan mereka.

“Mereka masih berada di wilayah Jayawijaya dan belum keluar dari sini. Kalaupun nanti melarikan diri ke kabupaten tentangga seperti Yalimo, Tolikara dan Lanny Jaya serta beberapa kabupaten lainnya tetap akan dicari, sebab data (napi yang kabur) sudah di sebar ke polres daerah pemekaran,” jelasnya.

Kepolisian sendiri telah membentuk tim baik dari Polres Jayawijaya dan Polda Papua untuk memetakan kemungkinan keberadaan warga binaan tersebut.

“Kami dibackup Polda terus melakukan pencarian terhadap 14 orang warga binaan ini.”

Reba juga mengimbau kepada keluarga para tahanan yang kabur tersebut bila melihat dan menemukan mereka segera menyerahkan ke pihak berwajib agar mereka menjalani proses hukuman itu.

“Sampai kapanpun disembunyikan, pasti akan keluar. Secara sadar atau tidak sadar pasti akan keluar,” pungkasnya.(lay/man)