BERBAGI
Masyarakat saat melakukan pemalangan di bandar udara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.(Foto:Istimewa)

JAYAPURA–Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengeluarkan ultimatum kepada kelompok masyarakat yang masih melakukan pemalangan sejumlah obyek vital di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Jenderal Bintang Dua asal Padang, Sumatera Barat ini memberikan batas waktu selama tiga hari kepada Yance, pimpin kelompok tersebut untuk menghentikan aksinya. Ia pun memastikan akan menindak tegas para koordinatornya, jika tidak mengindahkan peringatan ini.

“Itu sudah aksi melanggar hukum,  kalau tidak dihindahkan maka para koordinator kami akan tindak tegas sesuai undang undang yang berlaku,” kata Boy Rafli saat ditemui di Jayapura, Rabu (16/5).

Boy Rafli  menilai, aksi protes oleh sekelompok masyarakat atas kinerja Bupati Costan Oktemka merupakan tindakan yang melanggar hukum dan merugikan seluruh pihak di daerah setempat. Oleh sebab itu, aksi pemalangan harus segara dihentikan.

Sebagaimana diketahui, aktivitas penerbangan dan pemerintahan di Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang lumpuh akibat aksi pemalangan sejumlah obyek vital oleh ribuan masyarakat, sejak Kamis pekan lalu.

Bahkan saat ini masih ada beberapa fasilitas milik negara di Kabupaten Pegunungan Bintang yang dipalang sekelompok masyarakat.  Adapun fisilitas dimaksud yakni Kantor Bupati, Kantor DPRD hingga Kantor Panwas dan Kantor KPUD setempat.

Sementara Bandar Udara Oksbil dan Kantor Bank Papua dikabar telah kembali dibuka berkat pendekatan persuasive yang dilakukan aparat keamanan di wilayah tersebut. (ful/jog)