BERBAGI
FOTO SYAIFUL/WONE  Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal Menunjukan Senjata Revolver Hasil Rampasan, Kamis (17/5).
FOTO SYAIFUL/WONE
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal Menunjukan Senjata Revolver Hasil Rampasan, Kamis (17/5).

JAYAPURA–Kepolisian Daerah Papua memastikan dua senjata api yang disita dari tangan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) adalah hasil rampasan milik anggota TNI dan Polri yang turut menjadi korban kelompok tersebut.

Kedua senjata itu merupakan jenis genggam atau laras pendek, salah satu diantaranya merupakan pistol G2 Combat milik Pratu Sandi Noviana, anggota TNI dari Satuan Komando Pasukan Khusus. Pistol itu dirampas setelah menembak Pratu Sandi di Sinak, Kabupaten Puncak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan, Kamis (17/5) menuturkan, Pistol G2 Combat disita dari tangan Yogor Talenggen dalam operasi penangkapan di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada 12 Mei lalu.

“Pistol ini milik Pratu Sandi Noviani yang gugur diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata pada 12 Februari 2018,” terang mantan Wakapolresta Depok ini.

Sementara untuk Pistol jenis Revolver bernomor seri AE.S 027590 merupakan milik anggota Polri yang hilang saat bertugas di Kabupaten Jayawijaya. “Senjata ini disita dari tanga Tier Wonda, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata wilayah Balingga pimpinan Purom Wenda,” beber Kamal.

Kamal menegaskan, pihaknya masih mendalami dugaan keterlibatan aksi penembakan lainnya yang dilakukan Yogor Telenggen dan Tier Wonda. “Masih akan kami dalami lebih lanjut,” katanya.

Soal kondisi Yogor Telenggen pascapenangkapan, Kamal menambahkan bahwa tersangka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara akibat luka tembak pada salah satu kaki. ”Yang bersangkutan masih dirawat dan barang tentu akan kami ambil keterangannya, sebelum diserahkan kembali ke Lapas Abepura,” tegas Kamal.(ful/yek)