BERBAGI
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menunjukan daftar DPO penembakan yang telah tertangkap dalam beberapa minggu terakhir. (Foto:Syaiful/Wone)

JAYAPURA– Kepolisian Daerah Papua masih memburu 19 aktor penembakan yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak beberapa tahun terakhir.  Belasan DPO ini kerap berulah di segitiga hitam di Papua, yakni Puncak Jaya, Puncak dan Lanny Jaya.

Hal ini diungkapkan Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar dalam keterangan persnya usai menghadiri bedah buku Intelijen dan Pilkada di Cafe dan Resto Humbolt Jayapura, Rabu (16/5) siang.

Mantan Kepala Divisi Humas Polri ini menyebutkan 19 DPO tersebut juga terlibat dalam serangan di Tembagapura, Kabupaten Mimika, beberapa waktu lalu. “Mereka sempat bergabung dengan Kelompok Germanus di Kali Kopi Timika, mereka juga terlibat dalam aksi penyerangan di Tembagapura,” kata Boy Rafli.

Kapolda mengaku telah menyebarluaskan foto 19 DPO kasus penembakan di seluruh Polsek dijajaran Polda Papua. “Kami sudah terbitkan DPO, bahkan telah ditempelkan di kampung-kampung di Tembagapura, Banti, Opitawak,” urainya.

Sejauh ini, Kapolda menyebut telah menangkap tiga tersangka penembakan di wilayah Pegunungan Papua. Ketiganya terlibat dalam 10 kasus penembakan yang berbeda.

“Ketiganya yakni Tandi Kogoya, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Sabinus Waker di Timika.  Tier Wonda, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Purom Wenda dan Yogor Telenggen alias Kartu Kuning,” bebernya.

Jenderal Bintang Dua asal Padang, Sumatera Barat ini pun berencana akan membangun pos pengamanan terpadu TNI-Polri di Kampung Banti dan tiga kampung lainnya. “Memang saat ini belum ada pos, namun kami sudah sepenuhnya menguasai daerah tersebut. Kami juga sedang upayakan pembangunan Pos, termasuk di Kampung Opitawak, Utikini, dan Arwanop,” katanya.

Ia pun menghimbau kepada para tersangka penembakan yang telah masuk dalam DPO agar menyerahkan diri. Ia pun berjanji akan memberikan perlakuan yang baik, jika menyerahkan diri kepada aparat.   “Kami harap rekan rekan dari ketiga tersangka  ini segera menyerahkan diri,” harap Boy Rafli. (ful/jog)