BERBAGI
Alan/Wone Pemain Persipura Jayapura saat melakukan latihan di Stadion Mandala Jayapura
Alan/Wone
Pemain Persipura Jayapura saat melakukan latihan di Stadion Mandala Jayapura

Sebulan Setiap Laga Dimainkan Malam Hari

 JAYAPURA-Memasuki Bulan Suci Ramadan 1439 Hijriah bagi umat muslim, operator Liga Indonesia Baru (LIB) mengeluarkan jadwal bagi seluruh kontestan Liga 1 2018 untuk memainkan seluruh pertandingan pada malam hari.

Nah, selama ini Persipura Jayapura selalu memainkan pertandingan di kandang pada sore hari namun, selama sebulan ini pertandingan akan dimainkan pada malam hari.

Menjamu pemuncak klasemen sementara Liga 1 Madura United pada pertandingan pekan ke 9, Mutiara Hitam akan memainkan laga bergensi tersebut pada pukul 20.30 WIT besok, Sabtu (18/5).

Pengamat olahraga dan sepak bola Papua, Daniel Womsiwor,S.Pd,M.Fis,AIFO menyarankan, para pemain Persipura Jayapura harus dapat menyesuaikan diri untuk dapat meraih hasil yang maksimal pada pertandingan malam hari.

“Untuk menjalani pertandingan pada malam hari pemain Persipura Jayapura membutuhkan kondisi fisik yang mencakup kesehatan dan kebugaran dari kondisi fisik pemain. Selain itu Aklimatisasi Fisiologis terhadap waktu pertandingan yaitu bagaimana manajemen menyiapkan kodisi fisik para pemain yang sudah terbiasa bermain pada sore hari untuk bisa dapat menyesuaikan dengan pertandingan yang akan dihadapi pada malam hari,” kata Dosen Uncen itu di Kantor KONI Papua, Kamis (16/5).

Womsiwor menuturkan, hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan oleh Manajemen Persipura Jayapura. Adaptasi dan aklimatisasi adalah bagaimana fisiologis para pemain Persipura yang telah terbiasa bermain dengan sinar matahari di sore hari untuk dapat menyesuaikan diri dengan laga yang hanya memakai pencahayaan dengan lampu stadion.

“Itu sangat penting untuk adanya aklimatisasi atau penyesuaian fisiologis tubuh terhadap waktu malam, suhu dan kelembapan di jam 9 malam,” pesannya.

Lebih lanjut Womsiwor menambahkan, salah satu yang harus dilakukan adalah bagaimana membuat sistem energi yang akan digunakan pada pertandingan malam hari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengatur waktu makan dari para pemain, yaitu dengan menyiapakan makanan penghasil energi tambahan di tiga jam sebelum bermain.

“Sistem energi, kalau pemain Persipura main pada 15.30 makan siangnya pasti jam 12 atau jam 1 dan untuk besok main malam, pemain sudah makan jam 1 siang maka pemain harus siapkan energi untuk manambah kalori yang digunakan untuk bertanding pada malam hari,” terang mantan atlet tinju Papua itu.

Mantan pelatif fisik tim PON Sepak Bola Papua mengharapkan, agar Manajemen Persipura Jayapura dapat menyiapkan tambahan energi bagi para pemain berupa makanan yang lunak atau minuman untuk meningkatkan kodisis fisik pemain.

“Tiga jam sebelum jam sembilan berarti karbohidrat sudah ringan kemudian satu jam sebelum pertandingan sudah dalam bentuk cair, supaya para pemain tidak terlalu berharap pada karbohidrat dari makan siang sehingga tiga jam ke depan harus diantisipasi apalagi tiga jam sebelum pertandingan,” pesannya lagi.

Dikatakan Womsiwor, hal-hal tersebut harus benar-benar diperhatikan karena waktu bertandingan pada jam yang digunakan untuk bertanding tersebut sudah mendekati waktu istirahat bagi penduduk wilayah timur sedangkan untuk wilayah barat waktu tersebut masih digunakan untuk melakukan aktivitas.

“Cara antisipasinya menjaga makanan pemain agar tiga jam sebelum jam bertanding harus dijaga dengan ketat dan wajib untuk diberikan karbohidrat,” demikian penjelasan dari salah satu putra Papua yang sedikit lagi memiliki gelar doktor di bidang fisiologi manusia.(aan/yek)