BERBAGI
DOK SATGAS YONIF PR 501 KOSTRAD/WONE  Empat Buruh Sawit Diserahkan ke Pos Polisi Ujung Karang Atas Kepemilikan Ganja, Selasa (15/5).
DOK SATGAS YONIF PR 501 KOSTRAD/WONE
Empat Buruh Sawit Diserahkan ke Pos Polisi Ujung Karang Atas Kepemilikan Ganja, Selasa (15/5).

JAYAPURA-Empat buruh Perusahaan Kepala Sawit di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom diciduk Tim Patroli Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad  atas kepemilikan narkotika jenis ganja, Selasa (15/5) dini hari.

Keempat yang diketahaui berinisial JA (23), MJ (19 tahun), YS (19) dan BS (17) dibekuk saat berada di Pondok kawasan Barak Kebun IV, Desa Amiyu, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Komandan Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad, Letkol Inf. Eko Antoni Chandra L, dalam siaran persnya membenarkan penangkapan keempat buruh sawit di Kabupaten Keerom. Dari tangan keempat, aparat TNI menyita 100 gram ganja serta bibit ganja seberat 300 gram.

Penangkapan ini, Eko memaparkan, berawal dari kecurigaan Tim Patroli Satgas 501 terhadap gerak-gerik dua pemuda yang berjalan ke arah sungai di kawasan Perusahan Kelapa Sawit, pada Senin (14/5) malam pukul 23.30 WIT.

Tim Patroli Satgas pun memutuskan membuntuti keduanya secara diam hingga keduanya berhenti di sebuah gubuk tak jauh dari sungai. Dari pengamatan, tim menemukan dua pemuda lainnya yang telah menunggu di gubuk tersebut.

“Anggota sudah curiga sehingga melakukan penggerebekan dan menemukan satu paket ganja seberat 100 gram dan bibit ganja seberat 300 gram dari dalam tas milik salah satu pemuda yang diamankan,” terangnya.

Dari hasil interogasi awal, Eko mengungkapkan, ganja tersebut diperoleh oleh salah satu pelaku berinisial BS dari teman asal Papua Nugini berinisial OT yang tinggal di Distrik Waris, Kabupaten Keerom.

“Keempatnya diketahui merupakan buruh sawit dan mereka telah kami serahkan ke Pos Polisi Ujung Karang bersama barang bukti ganja,” katanya.

Eko pun mengimbau, kepada masyarakat agar menjauhi segala bentuk narkotika. “Kami akan tindak tegas dan tidak ada kata toleransi untuk penyalahgunaan narkoba. Kami akan terus berupaya membantu program pemerintah dalam memberantas dan memutus rantai peredaran narkoba di wilayah perbatasan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pos Polisi (Kapospol) Ujung Karang, Iptu. Amir mengatakan, keempat pelaku akan diserahkan ke Polres Keerom untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Keempat pelaku disangka melanggar Pasal 111 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

“Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” katanya.(ful/yek)