BERBAGI
Waka Polda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki. (Foto:Syaiful/Wone)

JAYAPURA –  Kepolisian Daerah Papua memberlakukan peningkatan kewaspadaan di wilayah hukumnya, pasca rentetan serangan terorisme terhadap sejumlah tempat ibadah di Kota Surabaya, sejak dua hari terakhir.

Peningkatan kewaspadaan ini menyusul telah masuknya sel-sel terorisme di Timika beberapa waktu lalu. Dua orang berhasil ditangkap bersama sejumlah bahan kimia berupa Nitrogen yang dapat digunakan untuk membuat bahan peledak.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigadir Jenderal Polisi Yakobus Marjuki kepada wartawan, Senin (14/5), menuturkan,  pihaknya telah mengintruksikan seluruh jajaran Polres untuk memberikan pengamanan di setiap tempat ibadah yang ada di Papua.

Dimana setiap tempat ibadah akan dijaga kurang lebih satu regu anggota Polri. “Pengamanan tidak hanya diberikan pada gereja-gereja di Papua, melainkan juga tempat ibadah umat muslim. Sebab, saat ini telah memasuki bulan Ramadan, dimana menurut mereka (kelompok radikal) bulan tersebut merupakan bulan suci yang bagus untuk beramal,” kata Marjuki.

Menurut Marjuki, Papua berpotensi disusupi kelompok terorisme, lantaran sebagian besar wilayah Papua berupa kawasan hutan. Kendati begitu, ia berharap masyarakat tidak khawatir berlebihan, menyingkapi persoalan ini.

“Sel-sel terorisme di Papua masih sangat kecil. Apalagi dengan tertangkapnya dua pelaku terorisme di Timika, dapat mencegah niat pelaku lainnya,” ujarnya.

Marjuki pun meminta kepada masyarakat di Papua agar tidak melabel terorisme dengan agama tertentu. Sebab tak satupun agama di Indonesia yang memperkenankan aksi terorisme.

“Ini yang perlu diperhatikan oleh seluruh warga Papua, bahwa terorisme yang memanfaatkan agama, bukan sebaliknya. Semua agama menolak aksi terorisme, karena itu perbuatan yang sangat tak manusiawi dan tak sesuai dengan norma-norma di Negara kita,” tuturnya.

Sebelum menutup wawancara, ia berpesan kepada masyarakat agar tak main hakim sendiri jika mencurigai seseorang yang diduga teroris.  “Segera melaporkan ke pihak kepolisian untuk ditangani lebih lanjut secara professional, jangan main hakim sendiri,” pinta Marjuki. (ful/jog)