BERBAGI
Nampak pasokan beras yang saat ini Bulog telah sediakan di gudangnya. Beras itu, diprediksi akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan. (Foto:Sunario/Wone)

JAYAPURA – Dalam rangka menyambut Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri, Manajemen Bulog Divre Papua dan Papua Barat memastikan bahwa khusus untuk kedua wilayah provinsi itu saat ini semua kebutuhan masyarakat akan berbagai kebutuhan pokok, baik beras, minyak goreng, tepung terigu dan berbagai kebutuhan lainnya,  Bulog memastikan ketersediannya mencukupi hingga empat bulan ke depan.

“Nanti ada rencana akan masuk lagi Beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang digunakan untuk Bansos, kemudian ada juga beras dari Luar Negeri (LN). Sekarang tugas kita, hanya melakukan stabilisasi ketersediaan akan pasokan beras medium saja. Dan kita akan menggunakan CBP itu, seperti jenis beras LN Thailand,” ujar Kepala Divre Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Fauzi Muhammad kepada para awak media, di Jayapura, Senin (14/5).

Dikatakan Fauzi, selain akan melakukan stabilisasi ketersediaan, pihaknya juga dalam waktu dekat akan mengadakan pasar murah bekerjasama dengan dinas terkait. Kaitan dengan hal itu, untuk menopang itu, saat ini posisi stok gula pasir, Bulog telah menyediakan kurang lebih 14.000 ton. Stok itu, diprediksi bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 2,5 bulan kedepan.

“Selain itu, untuk komoditi seperti Minyak goreng, Tepung terigu dan beberapa komoditas lainnya yang diyakini harganya akan bergejolak menjelang Bulan Suci Ramadan ini, nantinya dari Bulog juga akan menyasar komoditas itu, dan kami juga akan mendatangkan komoditas itu dari beberapa daerah di Papua ini, dan bilamana memungkinkan tidak menutup kemungkinan dari luar Papua juga bisa,” ungkap Fauzi.

Kemudian terkait dengan pengadaan, Fauzi mengungkapkan, bahwa posisi hingga saat ini, Provinsi Papua merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam hal pengadaan, yaitu di posisi 8 besar seluruh Indonesia untuk kontribusi, dan secara persentase berada pada posisi 10 besar.

“Saat ini, semua daerah Papua terutama Merauke, sudah melaksanakan pengadaan. Jadi kurang lebih Bulog sudah mencapai 32 persen dari rencana 45.000 ton, atau hanya tersisa sekitar 9.000 ton lagi. Kemudian dari rencana masukan, kita tetap saja dari Sumsel, Jawa Timur (Surabaya Utara) khusus untuk beras Impor (LN). Kaitan dengan hal itu, dalam pelaksanaan  Operasi Pasar CBP itu juga nantinya, dalam surat Kemendag kita telah dipersilahkan untuk melakukan missing, guna memenuhi selera konsumen,” jelasnya.

Ditambahkan Fauzi, untuk ketahanan beras empat bulan itu, saat ini Bulog telah menyiapkan kebutuhan beras itu sekitar 37.000 ton dan akan masuk lagi sekitar 8.500 ton. Kemudian untuk Gula, Bulog merencanakan akan ada masuk lagi sekitar 10.000 ton dari DKI Jakarta. Dan saat ini masih ada stok 5.700 ton. Dan dalam menjual semua komoditas itu, Bulog memastikan akan menjualnya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah di tetapkan pemerintah, khususnya di Papua. (sun/man)