BERBAGI
Kelompok Mairori I dan II “Sulap” Rumput Laut jadi Aneka Kue dan Minuman
Pengurus dan Anggota Kelompok Pengolahan Rumput Laut Rawing Mairori I dan II

JAYAPURA  –  Dua kelompok masyarakat di Kapulawan Yapen, yaitu, kelompok Mairori I dan II, Kampung Sarawandori Distrik Kosiwo “sulap” (beca kelola) Rumput Laut jadi berbagai macam kue-kue Stik Rumput Laut, Mie Kering, Dodol, Puding, dan Pentolan Rumput Laut. Bahkan selain dikelola menjadi aneka bermacam-macam kue, Rumput Laut ini juga diolah menjadi minuman segar seperti Cendol, dan Sweet Drink.

“Sebelum mengelola kue-kue dan minuman berbahan dasar rumput laut ini, kedua kelompok ini mendapat bantuan dari  Pemerintah Kepulawan Yapen melalui Dinas Perikanan dan Kelautan berupa pelatihan serta mendapatkan bantuan perlatan mesin untuk mengelola rumput lalut menjadi makanan dan minuman,” ungkap Rosmina Karubaba kepada Harian WONE saat ditemui disela-sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan hasil pertanian digelar oleh Pemerintah Provinsi Papua, di Grand Abe Hotel, Sabtu, (12/05).

Rosmina Karubaba mengungkapkan, hasil olahan Rumput Laut saat ini sudah dipasarankan dan dijual di tiga Toko dan Mall di Pusat Kota Yapen, yaitu toko Merpati, Mall Hadi, Swalayan Serui Indah.

“Untuk penjualanya, kedepan kami rencanakan mengekpor atau menjual ke Kabupaten lainnya agar hasil olahan kami bukan saja dikenal oleh masyarakat Kepulawan Yapen sendiri, tetapi bisa dikenal masyarakat seluruh Papua,” ujarnya.

Namun untuk mengespor keluar dari Kapulawan Yapen, lanjut Rosmina pihaknya terkendala masalah modal. “Harapan kami agar pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Yapen membantu kami dalam bentuk dukungan dana, dan dukungan untuk menyediakan tempat pemasaran, sehingga produk kedua kelompok, Rawing Mairori I dan II bisa diekspor kesemua Kabupaten di Papua,” harapnya.

Sementara itu, ditempat sama, Ketua Kelompok Rawing Mairori II, Rosmina Wondiwoi, manambahkan, untuk hasil produksi Kelompok II sama dengan kelompok I. Namun yang menjadi kendala kelompok meraka, yaitu, belum memiliki Ijin dari Dinas Kesehatan setempat, sedangkan kelompok I sudah dikeluarkan ijin produksi oleh Dinas Kesehatan.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dan Pemeritah Provinsi Papua bisa mengeluarkan ijin produk sehingga hasil olahan kelompok bisa dipasarkan dengan bebas, selama ini kami masih memasarkan secara local dikalangan terdekat,” katanya. (cw-02/pel)