BERBAGI
Yogor Telenggen saat menjalani Rekontruksi di Jalan Poros Kelurahan Angkasapura, Distrik Jayapura Utara, pada 11 April 2013. (Foto:Istimewa)

JAYAPURA – Yogor Telenggen alias Kartu Kuning, aktor tujuh kasus penembakan tertangkap Tim Khusus Polda Papua dan Polres Puncak di Kampung Usir,  Mulia,  Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (12/5).

Yogor Telenggen merupakan salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawah pimpinan Purom Wenda. Yogor Telenggan terakhir kali ditangkap pada Sabtu, 9 Maret 2013, di Jalan Raya Waena – Sentani tepatnya di kuburan batas Kota Waena Distrik Heram Kota Jayapura.

Yogor pun divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan pada tahun 2013 atas keterlibatan dalam tujuh aksi penembakan. Namun, pada 8 Januari 2016 berhasil kabur dari Lapas Klas II A Abepura bersama 13 Narapidana lainnya.

Adapun 13 Narapidana yang kabur bersama Yogor Telenggen, Derfin Togotu, Jon Uwaga, Darius Doga, Lapis Wantik, Feli Tabuni, Jefran Efrain Oagay, Yanuarius Muyak, Eki Dabi, Derius Wanimbo alias Rambo Tolikara,  Iwan Itlay, Andinus Karoba, Usmin Telenggen dan Hendrik Joke.

Data yang dihimpun dari Bidang Humas Polda Papua,  tim Khusus Polda Papua bersama Polres Puncak Jaya berhasil mengepung tempat tinggal Yogor sekitar pukul 03.00 WIT.  Yogor pun sempat menolak menyerah dengan mengeluarkan senjata untuk menembak aparat.  Anggota Timsus pun dengan sigap langsung melumpuhkan Yogor dengan sebuah tembakan di kakinya.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol A. M Kamal  dalam keterangan persnya di Ruang Media Center, Sabtu (12/5) mengatakan Yogor Telenggen ditangkap pada Sabtu (12/5) dini hari. Dari tangan Yogor, aparat menyita satu pucuk senjata laras pendek dan lima butir amunisi.

“Saat ini Yogor telah dibawa ke Jayapura dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, ” kata mantan Wakapolresta Depok ini.

Kamal memaparkan,  Yogor yang merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata pimpinan Purom Wenda ini terlibat dalam tujuh  kasus penembakan yang menewaskan enam anggota polisi dan satu anggota TNI Angkatan Darat dan seorang warga sipil.

“Dalam aksi yang tersebut juga,  sebanyak dua aparat keamanan dari Polri dan TNI mengalami luka parah dan sebuah pesawat dari maskapai Trigana Air juga terkena tembakan saat akan mendarat di Bandara Mulia pada 8 April 2012, ” tutur Kamal.

Ia menambahkan, Polda Papua masih memeriksa sejumlah saksi, serta  kembali menyelidiki keterlibatan Yogor dalam sejumlah aksi penembakan lainnya selama dirinya buron. “Kami akan proses yang bersangkutan atas kepemilikan senjata api, kemudian kami juga telusuri serangkaian aksi penembakan lainnya,” katanya. (ful/jog)

===============

Berikut Tujuh Aksi Penembakan yang Diaktori Yogor Telenggen :

  1. Penembakan pesawat Trigana di Bandara Mulia Puncak Jaya, pada 9 April 2012.
  2. Penembakan terhadap rombongan patroli di Kali Semen Kampung Waneggobak pada 24 Oktober 2011. Aksi tersebut menyebabkan dua anggota Brimob Mabes Polri atas nama Bripda Perianto Kaluku dan Bripda Eko serta anggotta Brimobda Papua Bripda Abdul Syukur terkena luka tembak.
  3. Penyerangan Mapolsek Pirime pada 27 November 2012.Tiga anggota Polsek meninggal dunia dan tiga senjata api dirampas.
  4. Penembakan Kota Lama kampung Wuyukwi Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya., pada 10 Januari 2013. Satu warga bernama Haji Hadis alias Wito tewas dan anggota TNI bernama Praka Hasan terluka.
  5. Penembakan di Puncak Jaya pada 28 Januari 2011. Satu anggota Brimobda Papua tewas, serta senjata jenis Arsenal milik korban dirampas.
  6. Penyerangan dan penembakan di wilayah Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Papua dan penembakan di Sinak Kabupaten Ilaga Papua, pada 21 Februari 2013.
  7. Penembakan di Sinak yang menewaskan anggotta kopasus an Pratu Sandi, pada 12 Februari 2018.

==============