BERBAGI

Wali Kota Adopsi Sejumlah Kebijakan

Wujudkan Kota Layak Anak
Suasana A Discussion Among Mayors On Making cities safe and sustainable- for Every Child di Kota Surabaya, Jawa Timur

SURABAYA – Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM menghadiri A Discussion Among Mayors On Making Cities Safe and Sustainable- for Every Child atau Diskusidi antara para Wali Kota dalam mewujudkan Kota ramah anak yang berkesinambungan untuk setiap anak, di Hotel JW Marriott, Surabaya, Senin, (7/5).

Diskusi yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Surabaya Ibu Tri Rismaharini, dihadiri 14 Wali Kota, Gubernur dan Pakar tata kota Negara-Negara Asia Pasifik.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menuturkan, melalui pertemuan ini, pihaknya berharap dapat mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi perkotaan dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak-anak.

“Ini merupakan kesempatan yang langka bisa mengumpulkan Wali Kota dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman yang diharapkan bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi satu sama lain di masa mendatang,” katanya.

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM yang diundang khusus menghadiri diskusi mengatakan menanggapi positif diskusi yang digelar Unicef merupakan langkah penting dalam mewujudkan kota layak Anak.

Wali Kota menambahkan akan mengadopsi sejumlah kebijakan yang telah dilakukan oleh kota-kota besar seperti yang dilakukan Kota Bangkok Thailand dimana keseriusan memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan kepada anak seperti penambahan Gizi Bagi anak sekolah.

“Dengan forum diskusi ini kami harapkan bisa mencontohi Kota kota besar lainnya dalam memperbaiki dan mengembangkan sarana prasarana serta kebijakan yang berpihak pada pengembangan menuju kota layak anak seperti yang dilakukan Kota Bangkok”ucap Wali Kota Jayapura.

Komitmen Pemerintah Kota Jayapura menjadikan Kota Jayapura menjadi kota layak anak telah di implementasikan melalui visi Wali Kota Benhur Tomi Mano, dalam berbagai capaian diantaranya, penyediaan akta kelahiran bagi anak, menurunkan angka pernikahan usia dini, memberikan ruang bermain dan berkarya bagi anak, terutama pada pelayanan kesehatan dan pendidikan.(fid/pel)