BERBAGI
Kepala Bidang Nerwilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Eko Mardiana. (Foto:Sunario/Wone)

JAYAPURA – Perekonomian Papua berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2018 mencapai Rp 52,11 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 39,74 triliun. Ekonomi Papua triwulan I-2018 tumbuh signifikan yaitu 28,93 persen (y-on-y).

Hal itu, jika dilihat dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh tinggi yaitu 74,06 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Luar Negeri yang juga tumbuh tinggi yaitu sebesar 159,00 persen.

“Ekonomi Papua triwulan I-2018 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi, yaitu sebesar -9,42 persen. Faktor pendorong utama adalah turunnya pertumbuhan lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar -9,12 persen, lapangan usaha konstruksi dengan kontraksi sebesar -17,12 persen, dan lapangan usaha administrasi pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang juga mengalami kontraksi yang cukup tinggi yaitu -13,01 persen,” ujar Kepala Bidang Nerwilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Eko Mardiana kepada para awak media, di Aula Kantor BPS, Senin (7/5).

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang tumbuh 1,61 persen, diikuti Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 0,49 persen, dan Industri Pengolahan yang tumbuh positif yaitu 0,27 persen. Sementara pada lapangan usaha yang lain mengalami kontraksi karena mengalami pertumbuhan negatif.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Papua triwulan I-2018 (q-to-q), lapangan usaha pertambangan dan penggalian memberikan sumber kontraksi tertinggi sebesar -4,25 persen, diikuti konstruksi sebesar-1,76 persen, dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar -1,02 persen,” jelas Mardiana.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2018 terhadap triwulan I-2017 (y-on-y) terjadi pada ekspor barang dan jasa, impor barang dan jasa, komponen konsumsi akhir, Lembaga Non Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT) dan Pemerintah (PK-P). Sedangkan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Ekspor Barang dan Jasa Luar Negerisebesar 159,00 persen, di ikuti oleh impor barang dan jasa luar negeri sebesar 13,41 persen, dan komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,26 persen.(sun/man)