BERBAGI
Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen Marinus Manufandu (tengah) bersama dua pengawas ujian di SD Negeri 2 Serui, Senin (7/5). (Foto:Herman/Wone)

SERUI – Senin (7/5) kemarin, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dinas Pendidikan telah melakukan transfer dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke rekening masing-masing sekolah.

Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen Marinus Manufandu mengakui bahwa pencairan dana BOS untuk tahun 2018 ini mengalami keterlambatan di beberapa kabupaten, salah satunya di Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Kerlambatan dana bos disebabkan karena keterlambatan dalam administrasi BOS dari setiap kabupaten untuk diserahkan ke provinsi dan surat Gubernur Papua tertanggal 29 Januari 2018 tentang penyerapan dana BOS ke setiap kabupaten,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara pembukaan Ujian Nasional tingkat SD di SDN 2 Serui, Senin (7/5).

“Surat Gubernur Papua tentang penyerapan dana BOS yang diserahkan langsung ke setiap kabupaten ditujukan ke Menteri Pendidikan Dirjen Pendidikan Dasar Dirjen Perbantuan dan kepada Menteri Keuangan, tapi surat ini baru mendapatkan persetujuan pada hari Selasa minggu kemarin dan dana langsung diserahkan ke setiap kabupaten, namum baru bisa diambil pas hari ujian pertama untuk Sekolah Negeri,” kata Marinus Manufandu.

Pihaknya menjelaskan bahwa anggaran untuk melakukan Ujian Nasional merupakan tanggungan sepenuhnya dari pemerintah daerah dengan bantuan dana Rp 1,050 miliar.

“Jadi anggaran yang diberikan oleh pemerintah daerah itu digunakan untuk pembiayaan penulisan soal, pembiayaan penggandaan soal, pembiayaan pendistribusian soal, biaya pengawasan dan panitia untuk semua pengawas di 69 titik sekolah yang melaksanakan ujian, serta transportasi,” paparnya.

Menurutnya, untuk di hari Senin ini (kemarin.red) sekolah swasta telah terima dana BOS, karena disetor ke setiap rekening masing-masing sekolah. (her)