BERBAGI
Kondisi di Lapas Wamena usai terjadinya bentrok sesama Napi. (Foto:Itlay/Wone)

WAMENA – Beberapa narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wamena terlibat bentrok dengan narapidana lainnya pada Jumat (4/5). Akibat bentrokan ini, dua narapidana mengalami luka-luka dan 3 orang terpaksa diamankan karena diduga aktor di balik kekacauan tersebut.

Kepala Lapas Wamena, Yusak Bin Sabetu ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kekacauan yang terjadi di Lapas. Menurutnya, insiden tersebut diduga terjadi karena kecemberuan sosial antara narapidana yang lama maupun yang baru dijebloskan.

“Memang menjadi dendam antara warga binaan Lapas Wamena yang sudah terjadi sebulan lalu, namun kembali berulang saat ini.  Di mana warga binaan yang baru merasa cemburu dengan warga binaan yang hampir menyelesaikan masa hukumannya yang telah dipercaya melakukan aktivitas di dalam maupun di luar Lapas,” jelasnya saat dihubungi wartawan pada, Sabtu (5/5) kemarin.

Hal in, kata Yusak membuat warga binaan yang baru ini tidak terima bila binaan yang lama bisa diperkenankan di luar halaman lapas, bekerja di pembinaan. Ia mengatakan, bagi warga binaan yang baru tak bisa dipercayakan untuk langsung kerja, namun lebih dulu harus dibina dan kelakuan dari wargaan binaan baru.

“Kita pekerjakan itu narapidana yang memang berkelakuan baik baru bisa dipercayakan. (Namun) mereka minta harus disamakan semua, namun kita kembali ke aturan kalau sudah memenuhi syarat bisa dikerjakan. Ini yang memicu terjadinya penganiayaan antara napi dengan napi,” ujarnya.

Dia melihat kekacauan itu terjadi hanya karena warga binaan yang baru tak memahami aturan yang ada.

“Mereka juga menunjukan dendam mereka dengan melakukan penganiayaan terhadap napi yang lain. Contoh kalau ada anggota Kepolisian yang masuk mereka menganiaya. Ini yang tidak benar sehingga masalah ini akan ditindak khusus bagi provokator,” katanya.

Menurut Yusak, bentrokan yang terjadi itu tidak sampai pada tahapan kerusuhan. Dalam kasus ini, pihaknya telah mengamankan 7 orang yang diduga merupakan provokator di balik kekacauan tersebut.

“Namun yang akan ditindak itu 2 orang yang menjadi otak serangkaian masalah yang terjadi dalam lapas, bahkan petugas kami juga diserang dengan cara dilempari dengan batu tujuannya agar semua napi bersatu menyerang petugas,” ujarnya.

Selain dua orang yang diamankan, tutur Yusak, ada dua orang lagi yang menjadi korban penganiayaan. Keduanya mengalami luka-luka sehingga telah dilarikan keluar untuk mendapatkan tindakan medis.

Ia menambahkan, telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian untuk menindak tegas para provokator yang menyebabkan keributan tersebut.(lay/man)