BERBAGI
Hari Santosa Sungkan (kedua dari kiri) saat memberikan keterangan persnya di Hotel Horison, Minggu (66). foto:Sunario/Wone.

JAYAPURA – Pembangunan ekonomi Provinsi Papua dan Papua Barat yang masih bertumpu kepada pengelolaan sumber daya alam perlu ditopang dengan upaya alternatif agar pertumbuhan ekonomi terus berlanjut secara berkesinambungan. Salah satunya dengan mengembangkan ekonomi kreatif digital.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kini telah hadir di kedua provinsi itu, untuk merintis pengembangan industri digital yang ada, dengan terlebih dahulu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai melalui kegiatan Bekraf Developer Day (BDD) 2018 Jayapura. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Horison, Minggu (6/5).

“Industri digital bakal memberikan efek berkelanjutan untuk perekonomian. Di antaranya melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari hasil ekspor,” ujar Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkan kepada para awak media.

Dijelaskannya, BDD merupakan sebuah event yang menghadirkan pakar dan praktisi aplikasi mobile dan game di hadapan para calon developer muda Jayapura dalam sesi inspirasi dan talkshow. Hal ini merupakan langkah awal Deputi Infrastruktur Bekraf dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif digital di Papua khususnya di Kota Jayapura.

Tidak hanya itu, peserta BDD yang terpilih, juga akan mengikuti bimbingan secara online dalam pengembangan aplikasi dan game melalui decoding academy. Program tersebut merupakan upaya akselerasi dalam meningkatkan kualitas teknis developer lokal. Para pemangku kepentingan seperti pemerintah, akademisi serta komunitas di belahan timur Indonesia ini, diharapkan semakin menyadari pentingnya pengembangan ekonomi kreatif digital itu.

“Pertumbuhan di luar sektor pertambangan dan mineral dapat dikembangkan agar bisa menjawab kebutuhan Papua, salah satunya melalui Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital yaitu Program Bekraf Developer Day di Jayapura ini, diharapkan dengan kegiatan ini, perekonomian akan semakin baik dan rakyat semakin sejahtera,” ungkap Hari.

BDD yang dilaksanakan di Kota Jayapura ini merupakan yang kedua kalinya digelar pada tahun 2018. Sebelumnya, Kota Batam dipilih sebagai tuan rumah (26/3) lalu. Sejumlah pembicara yang menjadi rockstar ekonomi kreatif digital tanah air turut hadir untuk menginspirasi dan memberikan bimbingan teknis kepada para peserta seperti Founder Digital Happiness Rachmad Imron, bersamaan dengan kegiatan BDD itu, Bekraf juga menghadirkan pameran aPlikasi dari Industri Kreatif seperti IBM, Indosat, Samsung, dan Microsoft.

Seperti halnya BDD yang dilaksanakan di Batam, Bekraf kali ini juga menggandeng Dicoding Indonesia untuk menyelengarakan even ini yang didukung Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google DeveIOper Expert, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Samsung DevelOper Warrior, dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya di Indonesia. (sun/man)