BERBAGI
Suasana pertemuan tim Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian PUPR dengan Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo di Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat (4/5). (Foto:Itlay/Wone)

WAMENA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia terus menyeriusi realisasi rencana pembangunan rumah sakit vertikal Klas B di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Keseriusan pemerintah pusat ini terlihat dari upaya yang sedang didorong oleh Kemenkes RI. Jumat (4/5) kemarin, rombongan yang terdiri dari staf Kemenkes RI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Jayawijaya, Yohanes Walilo di Kantor Bupati Jayawijaya.

Salah satu tim Kemenkes RI, Elisabet S kepada wartawan usai melakukan pertemuan mengungkapkan, kehadiran mereka di Wamena adalah untuk studi kelayakan rumah sakit Klas B yang rencananya akan di bangun di Wamena.

“Kehadiran kami di sini terkait rencana pembangunan rumah sakit vertikal di Wamena. Kami datang bersama dengan rombongan PUPR untuk melihat studi kelayakan rumah sakit vertikal Klas B di Wamena,” jelas Elisabet.

Menurutnya, banyak sisi yang akan dilihat terkait rencana pembangunan rumah sakit tersebut, seperti limbah, listrik, tanah dan beberapa hal lainnya. “Hal ini akan membantu perencanaan pembangunan rumah sakit klas B,” ujarnya.

Catatan penting bagi Pemerintah Jayawijaya adalah soal lokasi pembangunan rumah sakit. Mereka berharap paling tidak lokasi tersebut sudah ada pembebasan lahan, terutama dari sisi adat. Menurutnya, hal ini yang pihaknya butuhkan.

Dia mengaku, untuk lokasi pembangunan rumah sakit disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, sedangkan anggaran untuk pembangunan rumah sakit didanai oleh Kemenkes RI.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Jayawijaya, Yohanes Walilo mengungkapkan, untuk masalah tanah, pihaknya telah membebaskan sekitar tujuh hektar, namun masih ada tiga hektar yang perlu dilakukan pembebasan lahan. “Soal lahan tidak ada masalah,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait pembangunan rumah sakit ini, pemerintah pusat mengganggarkan anggaran Rp 300 miliar. Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Roberth Rouw saat ditemui bulan April bahwa pemerintah telah menganggarkan dana untuk pembangunan rumah sakit tersebut.

“Anggaran sudah disiapkan, tinggal pemerintah daerah menyerahkan tanahnya, jika sudah diserahkan saya kira tender proyeknya sudah bisa dilakukan,” ujarnya saat ditemui di Wamena.

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan rumah sakit ini dimulai tahun 2019 dan dioperasikan pada tahun 2020. Sesuai rancangan pembangunan, rumah sakit ini akan dibangun 6 lantai di atas 10 hektar lahan di Kampung Musaima, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya.(lay/man)