BERBAGI
Nur Udin saat menunjukkan beberapa produk Makarel yang berhasil ditarik dan di duga di dalamnya berisi cacing (4/4).(foto:Sunario/Wone)

JAYAPURA – PT Maju Makmur yang merupakan salah satu distributor terbesar di Tanah Papua berkomitmen akan menarik semua produk Makarel yang diduga berisi cacing dari semua toko dan supermarket di ada Provinsi Papua.

Kepala Operasional PT Maju Makmur, Nur Udin ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/4) mengatakan saat ini untuk prinsipal yang bermerk ABC Makarel, pihaknya telah melakukan penarikan sebanyak 300 karton dan semua barang itu saat ini sudah disendirikan (tidak gabung dengan barang yang layak jual).

Selain itu, pihaknya juga telah di intruksikan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk segera menarik beberapa produk tersebut dari semua toko dan supermarket yang ada.

“Ketika nantinya semua produk tersebut telah kami tarik peredarannya dari semua toko dan supermarket. Kami juga selaku distributor akan langsung mengkarantinakannya di suatu gudang yang sifatnya tersendiri. Dan saat ini kami masih menunggu perintah dari masing-masing prinsipal tersebut, untuk segera di musnahkan,” ujar Nur Udin.

Selain pihaknya telah melakukan penarikan langsung dari beberapa toko dan supermarket. Ada juga sebagian dari toko tersebut yang datang langsung untuk mengembalikan produk Makarel tersebut ke gudang miliknya. Dan selain produk ABC Makarel tersebut, saat ini pihaknya juga telah menahan peredaran akan produk King Fisher yang saat ini sudah tertumpuk di suatu gudang (tersendiri) sebanyak 250 karton.

“Produk tersebut juga, jika ada dari pihak toko yang ingin mengembalikannya langsung kepada kami. Kami akan tetap menerimanya, akan tetapi memang hingga saat ini mereka belum ada yang datang untuk mengembalikannya. Semua hal itu harus kami lakukan karena adanya instruksi dari prinsipal dan pemerintah untuk semua produk tersebut agar segera ditarik peredarannya dari masyarakat,” ungkapnya.

Selain dari toko dan supermarket pihaknya juga terbuka bila mana ada dari masyarakat yang merasa sebelumnya telah membeli produk tersebut dan berkeinginan mengembalikannya.

“Selama barang itu adalah merk yang kami punya, baik King Fisher maupun ABC, kami tetap terbuka dan akan menerimanya sekalipun itu dari masyarakat. Dan kami akan mengembalikan uangnya. Prinsipnya memang kami selaku distributor, juga akan diganti oleh pihak prinsipal, dan semua kerugian tersebut akan ditanggung oleh mereka,” jelasnya.

Diakuinya juga, dengan adanya kasus Makarel tersebut saat ini sangat berdampak  terhadap penjualan yang berkaitan dengan semua makanan kaleng. Bahkan di Kabupaten Jayawijaya melalui dinas terkait telah memerintahkan agar semua produk makanan kaleng untuk segera ditarik dan dengan tegas Pemda setempat juga tidak akan menerima lagi pengiriman barang dari Jayapura yang sifatnya dalam bentuk makanan kaleng apapun. (sun/man)