BERBAGI
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jayapura, Bayu Setiawan

JAYAPURA – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jayapura, Bayu Setiawan mengungkapkan, setiap tahunnya penerimaan dari Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Orang Pribadi dan wajib pajak Badan selalu terjadi peningkatan.

“Hingga 31 Maret 2018 lalu, di KPP Pratama Jayapura dari target 18.000 melalui e-filing saat ini yang telah melaporkan SPT sudah mencapai 82 persen,” paparnya.

Menurutnya, e-filing adalah suatu cara penyampaian SPT secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak http://www.pajak.go.id.

“Jika kita lihat dari tren yang ada, hingga saat ini orang pribadi pun masih banyak yang datang untuk melaporkan SPT-nya, sedangkan untuk SPT Badan tenggang waktunya hingga 22 April 2018. Hal itu belum bisa kita simpulkan karena kita masih menunggu hingga akhir bulan,” ujar Bayu kepada para awak media, Selasa (3/4).

Dari pencapaian pelaporan SPT yang 82 persen tersebut berarti bahwa masih ada 18 persen di antaranya para wajiib pajak yang belum melakukan pelaporan SPT-nya. Untuk itu, pihaknya juga saat ini terus melakukan upaya dan mendorong kepada semua wajib pajak dengan cara terus melakukan himbaun melalui surat pemberitahuan terlebih khusus kepada wajib pajak badan.

“Untuk semua wajib pajak badan, sampai saat ini memang waktunya belum terlambat untuk menyampaikannya, karena batas waktu yang ada hingga 30 April mendatang. Salah satu upaya yang kita lakukan adalah dengan cara mengingatkan mereka melalui surat himbaun, dan saya kira untuk wajib pajak badan pun setiap tahun kewajiban mereka juga pasti akan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” harapnya.

Dirinya pun memastikan, bahwa setiap orang pribadi maupun badan yang belum melaporkan SPT tahunannya akan dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu. Hal itu dilakukan guna meningkatkan edukasi kepada semua wajib pajak, agar melaporkan SPT tahunannya sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.

“Jadi semua wajib pajak yang menyampaikan SPT tahunnya lewat dari 31 Maret, akan dikenakan denda Rp 100 ribu. Denda tersebut tidak berlaku setiap bulannya, melainkan hanya satu kali kena denda,” pungkasnya.

Sekedar informasi, bahwa hasil penerimaan dari e-filing sejak Januari hingga Maret 2017 lalu, untuk badan sebanyak 597, Orang Pribadi 11.249 dengan total 11.846 wajib pajak. Sedangkan untuk Januari hingga Maret 2018, untuk Badan 898, Orang Pribadi 14.593 dengan total 15.491 wajib pajak. Hal tersebut mengalami pertumbuhan dalam penyampaian SPT secara e-filing periode Januari hingga Maret 2018 dibandingkan 2017 atau naik sebesar 28,22 persen. Angka tersebut tidak termasuk SPT OP 1770 SS atau penerimaannya di 2017 hingga 2018 relatif sama. (sun/man)