BERBAGI
Kepala Asuransi Bumida Cabang Papua dan Papua Barat Laode Usman.(foto:Sunario/Wone)

JAYAPURA – Tahun ini, Asuransi Bumiputera Daerah (Bumida) Kantor Cabang Provinsi Papua dan Papua Barat akan memfokuskan diri pada penjaminan asuransi properti tanpa meninggalkan berbagai produk asuransi lainnya, seperti asuransi kecelakaan diri, kendaraan bermotor, pengangkutan dan berbagai produk asuransi lainnya.

Kepala Asuransi Bumida Cabang Papua dan Papua Barat, Laode Usman mengatakan alasan pihaknya memilih memfokuskan diri pada asuransi properti karena saat ini di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah banyak terdapat gedung, perkantoran maupun perumahan yang sifatnya sudah layak dan bagus untuk dicover asuransi tersebut.

“Semua properti yang ada di dalam gedung, perumahan maupun perkantoran tersebut, saat ini sudah layak untuk diasuransikan. Adapun standar gedung yang akan kita jamin itu adalah gedung yang sudah beton dan telah menggunakan rangka baja. Hal itu, tidak menutup kemungkinan juga untuk semua gedung yang sifatnya masih terbuat dari kayu akan tetapi kita akan dalam mengcovernya akan lebih selektif lagi,” ujar Laode kepada Wone, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/3).

Pihaknya memilih asuransi properti itu dikarenakan merupakan salah satu komitmen Bumida dalam kehadirannya di Provinsi Papua dan Papua Barat yang notabene masih rawan risiko, namun pihaknya tetap akan mencoba masuk pada segmen tersebut dengan terus memperkenalkan  produk itu ke tengah-tengah masyarakat.

“Jadi kami berharap kepada semua calon nasabah kami yang ingin mengasuransikan gedungnya kepada kami tidak usah ragu lagi, karena harga yang ada saat ini, sebelumnya telah melalui persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artinya semua hal itu, saat ini sudah terbuka dan transparan, jadi jika di kemudian hari terdapat hal-hal yang dalam pembayarannya ada masalah, maka ada OJK yang akan menanganinya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam asuransi properti tersebut, Bumida akan mengcover (menjamin) bangunan tersebut beserta semua isinya dari semua risiko yang ada, seperti inventaris, mesin, perabotan dan berbagai jenis elektronik lainnya yang terdapat di dalam gedung itu.

“Kita akan mengcover semua isi yang ada dalam bangunan tersebut. Jika terjadi kebakaran, bencana alam, tanah longsor, banjir dan juga adanya kerusakan akibat kerusuhan atau huru-hara. Dengan sudah memiliki polis tersebut, maka masyarakat tidak perlu lagi cemas dengan semua isi yang ada di dalam rumah/gedungnya,” jelasnya.

Melihat bagusnya pertumbuhan gedung-gedung baru tersebut di wilayah Papua dan Papua Barat, pihaknya juga menargetkan khusus pada asuransi properti tersebut bisa mencapai 20 hingga 30 persen dari semua produk yang asuransi yang ada. (sun/man)