BERBAGI
Aktivitas para pedagang ikan di Hamadi, Kota Jayapura. Kini pertumbuhan sektor perikanan di Papua sudah mulai membaik.

JAYAPURA –  Pertumbuhan sektor perikanan di Provinsi Papua kini mulai membaik. Hal itu dipengaruhi telah beroperasinya beberapa pelabuhan perikanan yang ada di Kabupaten Merauke, Biak dan Mimika.

“Kondisi tersebut juga ditopang dengan adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tentang moratorium yang secara otomatis telah mengatur akan pelarangan unsur (kapal) asing menangkap ikan di perairan Indonesia,” ungkap Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Papua, Agustinus Agung ketika ditemui wartawan, Selasa (27/3).

Pihaknya mengatakan dengan adanya pelarangan kapal-kapal asing tersebut masuk ke perairan Indonesia khususnya di Papua, maka secara otomatis produksi ikan yang direncanakan bisa memproduksi 330 ribu ton hingga saat ini tidak dapat tercukupi, artinya pihaknya hanya mampu mencukupi 30 persen saja.

“Akan tetapi dengan adanya moratorium tersebut, ada juga sisi baiknya artinya potensi perikanan kita juga sudah mulai pulih. Selama ini kita hanya menjual potensi saja dan kita tidak memproduksi, dan mudah-mudahan ke depannya beberapa potensi yang kita miliki itu masih aman, sehingga laut kita akan menjadi primadonanya penangkapan terutama ikan yang ada dasar laut,” ujar Agustinus.

Seiring dengan membaiknya kondisi perairan tersebut, maka para nelayan juga tidak perlu lagi pergi jauh-jauh untuk menangkap ikan, karena secara tidak langsung ikan dengan sendirinya juga akan datang ke pantai.

“Ikan di Papua itu banyak, dan dengan adanya pelarangan kapal asing masuk ke perairan Indonesia, dampak positif yang dihasilkan adalah sumber daya ikan juga semakin melimpah. Tetapi, ada juga dampak negatifnya, karena para nelayan kita belum siap untuk mengganntikan produksi penangkapan ikan yang selama ini berasal dari kapal-kapal asing tersebut,” jelasnya.

Dari sisi pemerintahan, pihaknya juga akan selalu berupaya dan memberikan solusi kepada para nelayan agar dapat meningkatkan hasil tangkapan dengan cara menggantikan beberapa armada yang sebelumnya digunakan oleh kapal-kapal asing tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan mengadakan pembinaan kepada para nelayan agar ke depannya dapat mengoperasikan kapal yang berukuran besar seperti kapal asing tersebut.

“Memang para nelayan di Papua saat ini belum bisa mengoperasikan kapal yang jumlah dan ukurannnya besar. Untuk itu, dalam waktu dekat akan mencoba mendatangkan instruktur dari luar Papua, yang diharapkan dengan hal itu, dapat meningkatkan SDM para nelayan kita di Papua,” pungkasnya. (sun/man)