BERBAGI
Ketua Puslatprov Papua juga Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Nyoman Cantiasa

JAYAPURA – Hasil diraih Kontingen Papua di PON XIX Jawa Barat bakal menjadi bahan evaluasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua dalam Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov), guna mempersiapkan pada perhelatan PON XX Tahun 2020 di Papua.

“Kita evaluasi di PON 19 Jabar kemarin, dimana sudah ada gambaran apa saja permasalahannya kegiatan Atlet, Wasit, Pelatih, penyelenggaraan hingga hal-hal yang non teknis yang sudah disampaikan,” ujar Ketua Puslatprov Papua juga Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Nyoman Cantiasa kepada awak media usai memimpin Rapat Koordinasi Tim Puslatprov bersama KONI Papua berlangsung di Jayapura, Selasa, (27/03).

Menurut Kasdam, evaluasi dilakukan agar waktu untuk mempersiapkan Atlet menuju PON XX tetap berjalan dan tidak terbuang dengan percuma, pasalnya di awal bulan April mendatang bakal dilakukan Training Center (TC) bagi Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan pada PON XX.

“Kita jangan buang-buang waktu lagi, segera lakukan TC, TC berjalan per-Cabor diawali minggu pertama. Kita akan adakan pemanggilan kepada para Atlet sesuai dengan Cabor masing-masing,” tuturnya.

Diakuinya, pemanggilan mantan Atlet PON Jabar untuk mendata Atlet ditiap Cabor tersebut masih dapat berprestasi dan memiliki potensi untuk menyumbangkan Medali bagi Papua pada PON 2020. “Apakah kondisi di 2016 masih sama, atau dalam kondisi lewat usia kita tidak akan panggil Atlet tersebut. Kita akan panggil Atlet yang masih punya prestasi, diseleksi lagi,” kata Kasdam

Selain itu sarana prasarana pendukung bagi Atlet harus disiapkan KONI Papua dalam membina Atlet, sebab ada beberapa titik kondisi peralatannya sudah rusak dan tidak layak digunakan. “Kita harapkan KONI segera membantu menyiapkan sarana untuk Atlet, jadi saat ini kita sedang menginvestalisir alat, prasarana dimasing-masing bagian,” ungkapnya.

Setelah mendata mantan Atlet yang bertanding pada PON Jabar lalu, minggu kedua akan dilakukan test bagi Atlet dimasing-masing tiap Cabor, dimana sebanyak 381 Atlet bakal mengikuti beberapa tahapan test yang diberikan oleh tim Puslatprov.

“Termasuk pelatih, 381 Atlet akan panggil untuk test kesehatan, mental bertanding, psikologi, fisiologi. Dari sana kita bergerak sambil menyaring Atlet dari hasil Kejurda dan Kejurnas hingga masuk pada TC, sebab sukses prestasi merupakan kebanggaan Atlet Papua sebagai tuan rumah PON,” tuturnya.

Di tempat sama, Kenius Kogoya, Sekertaris Umum KONI Papua mengatakan, terkait persiapan melakukan tes, KONI akan memanggil setiap Atlet eks PON Jawa Barat melakukan tes awal.

“Untuk itu KONI akan mengecek Atlet-Atlet tersebut lewat setiap pengurus Cabor. Hal itu dilakukan karena setelah Atlet usai bertandingn pada PON XIX di Jawa Barat Tahun 2017 lalu, banyak Atlet yang tidak kembali untuk melakukan aktifitas latihan lagi. Kita belum tahu sampai hari ini tentang kondisi Atlet kita, mungkin ada yang sudah menikah atau sudah pindah,” jelas Kenius Kogoya.

Lanjut Kenius mengatakan, setelah dari setiap Cabor sudah memastikan berapa jumlah Atlet eks PON yang masih ada maka Atlet tersebut langsung akan menajani tes awal.

Ia juga menuturkan setelah Atlet selesai menjalani tes awal, Atlet tersebut akan langsung mengikuti Training Centre, (TC ) yang akan difasilitasi oleh KONI Provinsi P, pada Bulan Mei atau Juli mendatang. (aan/pel)