BERBAGI
Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas Menggelar Barang Bukti Ganja Hasil Pengungkapan dari Sejumlah Kasus di Wilayah Kota Jayapura.

JAYAPURA-Komitmen Kepolisian Resort Jayapura Kota menekan peredaran ganja di wilayah terus digencarkan. Buktinya, 30 pengedar ganja tengah diproses penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

30 pengedar ini telah ditahan di Rumah Tahanan Mapolres Jayapura Kota, dengan dikenai Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana maksimal 20 tahun penjara.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R. Urbinas,SH,SIK dalam keterangan persnya di halaman Mapolres Jayapura Kota, Selasa (27/3) mengatakan, 30 pengedar yang diproses terdiri dari 28 warga Indonesia dan dua warga Papua Nugini.

30 tersangka pengedar ganja ini, papar Gustav, merupakan gabungan dari 25 kasus peredaran ganja dari PNG ke Kota Jayapura yang terjadi selama dua bulan terakhir. Sebanyak 16 kasus dalam proses penyidikan, sedangkan 9 kasus sudah memasuki tahap pertama.

“Tahap pertama itu berarti berkas tersangka sudah diserahkan ke pihak kejaskaan untuk diteliti. Apalagi lengkap, maka pihak kejaksaan menerbitkan P-21, yang akan ditindaklanjuti penyidik kami dengan penyerahan tersangka,” papar Gustav didampingi Kasubbag Humas, Iptu. Jahja Rumra.

Dari hasil penyidikan, ungkap mantan Kapolres Jayapura ini, modus pembelian ganja antara warga dari Jayapura dengan warga PNG di wilayah perbatasan dengan menggunakan sistem barter motor curian dan sejumlah barang berharga lainnya.

“Kami akan menggandeng berbagai pihak seperti aparat TNI AD di daerah perbatasan untuk memotong jalur suplai ganja dari Papua Nugini. Tujuannya agar ganja tersebut tidak tersebar dan merusak generasi muda Papua,” kata Gustav.(ful/yek)