BERBAGI

 

JAYAPURA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno belum lama ini telah berjanji akan terus berusaha memangkas disparitas harga semen di Papua. Rini akan mencoba menurunkan harga semen tersebut lebih rendah lagi di beberapa kabupaten yang ada di wilayah pegunungan Papua, sehingga diharapkan suatu saat harga di pegunungan dan pesisir tidak terlalu berbeda.

Program semen harga terjangkau tersebut saat ini telah dijalankan melalui sinergitas lima BUMN yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelni, PT Pelindo, PT Perdagangan Indonesia dan PT Pos Indonesia.

Menanggapi hal itu, Humas PT Semen Indonesia, Sigit ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon genggamnya, Minggu (25/3) mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih tetap menjaga disparitas harga semen tersebut, khususnya di 6 kabupaten daerah pegunungan hingga Rp 500 ribu/sak.

“Dulunya harga semen di beberapa daerah di Papua itu cukup tinggi hingga mencapai Rp 2 juta/sak. Hal itu disebabkan karena dalam pengiriman yang dilakukan selalu melalui transportasi udara, sehingga biayanya juga cukup tinggi. Selain itu jalur distribusi hingga ke pedalaman Papua juga cukup sulit dan memakan waktu yang lama. Melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri, semen di Papua telah berhasil kami turunkan menjadi Rp 500 ribu/sak,” ujar Sigit.

Dikatakannya, saat ini ada 6 kabupaten yang harga semen sudah berada di harga Rp 500 ribu/sak, di antaranya Puncak Jaya, Tolikara, Lanny Jaya, Nduga, Yalimo dan Memberamo Tengah. Penurunan harga tersebut dilakukan melalui sinergi antar perusahaan BUMN dengan memanfaatkan tol laut dan trans Papua.

“Kami para perusahaan yang terlibat dalam Sinergi BUMN tersebut saat ini telah memanfaatkan tol laut dari Makassar ke Timika. Menggantikan rute sebelumnya dari Makassar ke Jayapura, sehingga jarak tempuhnya menjadi lebih pendek. Selain itu kami juga telah memanfaatkan trans Papua yang saat ini telah tersambung,” jelasnya.

Menurut Sigit, dengan memanfaatkan tol laut dan trans Papua tersebut, semen yang semula diangkut menggunakan pesawat perintis dari Wamena, kini telah diangkut menggunakan jalur darat sehingga biaya angkut semen itu juga menjadi lebih murah untuk selanjutnya didistribusikan ke 6 kabupaten tersebut.

“Pengiriman perdana telah dilakukan pada 1 Agustus 2017 lalu dari Pelabuhan Makassar ke Pelabuhan Paumako Timika, dan Menteri BUMN, Rini Soemarno telah menyerahkan secara simbolis semen murah kepada masyarakat di Puncak Jaya. Harga yang sudah ada saat ini, kami akan selalu menjaganya di angka Rp 500 ribu/sak. Harga tersebut, diharapkan ke depannya juga akan semakin turun lagi,” pungkasnya. (sun/man)