BERBAGI

JAYAPURA-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menyatakan, belum ada penetapan tersangka dalam pelaporan dugaan pencemaran nama baik terhadap Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (Josua) yang terjadi di media sosial.

Menurutnya, penetapan tersangka harus dirapatkan dalam mekanisme sebuah gelar perkara. Kapolda menegaskan, pihaknya belum bisa menyampaikan lebih lanjut, sampai menunggu hasil penyelidikan oleh penyidik.

“Prosudurnya mirip dengan apa yang saja jelaskan, apa konten dimaksud dalam konteks merugikan pihak pelapor akan kita lihat. Kalau itu berkaitan dengan ujaran kebencian, maka tentu kita dalami, apakah terkait penghinaan atau menyudutkan pribadi,” kata Boy Rafli, Senin (26/3).

Kapolda menuturkan, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dalam kasus tersebut. Hal ini menyusul adanya prosuder hukum yang harus dipatuhi dan sudah diatur dalam hukum acara pidana yang berlaku, bukan keinginan kepolisian.

“Menegakan hukum tidak boleh terburu-buru, tetapi ada prosuder yang harus dijalani. Misalnya mengambil bahan keterangan dari orang-orang terkait, termasuk yang dirugikan,” papar mantan Kadiv Humas Polri ini.

Diketahui, Calon Wakil Gubernur Papua, Habel Melkias Suwae (HMS) mengadukan seorang pemilik akun Facebook berinisial SM, terkait dugaan pencemaran nama baik di Media Sosial (Medsos), Kamis (22/3) kemarin.

Pengaduan ini menyusul postingan disertai foto pada akun milik SM yang berisi sindiran ijazah S2 milik Habel Melkias Suwae yang disebut oleh SM bermasalah. Dalam kicauannya, SM juga mengaku telah mengecek nomor ijazah S2 milik Habel Melkias Suwae secara langsung melalui portal milik Universitas Hasanudin (Unhas).

Sehari kemudian, giliran Calon Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo melaporkan pemilik akun berinisial PA terkait dugaan pencemaran nama baik di Medsos, Jumat (23/3). JA dilaporkan akibat postingan yang dinilai sangat merugikan Jhon Wempi Wetipo.(ful/yek)