BERBAGI
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar.

JAYAPURA-Sebuah bangunan bekas Rumah Sakit Banti yang terletak di Kelurahan Banti, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Kota Tembagapura, Kabupaten Mimika, dibakar Orang Tak Dikenal (OTK), Sabtu (24/3).

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi, Senin (26/3) membenarkan, aksi pembakaran tersebut. Ia memastikan tidak ada korban paramedis, dikarenakan rumah sakit sudah tidak beroperasi sejak November 2017.

“Kami belum tahu siapa pelaku, sekarang masih dalam penyelidikan,” kata mantan Kadiv Humas Polri ini saat ditanya apakah Kelompok Kriminal Bersenjata dibelakang aksi pembakaran bangunan bekas rumah sakit tersebut.

Jenderal asal Padang, Sumatera Barat ini mengakui, anggota kesulitan menuju lokasi peristiwa di Banti, karena jalan menuju kampung tersebut rusak parah, akibat dirusak oleh KKB, pasca operasi gabungan TNI-Polri yang membebaskan warga yang bermukim di Utikini dan Kimbely.
“Kendaraan roda dua maupun empat tidak dapat melewati jalan, karena ada dua lubang besar ulah KKB. Rusaknya jalan juga membuat aktifitas masyarakat terganggu. Jadi kondisinya begitu,” kata Boy Rafli.

Kapolda menegaskan, pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta terkait aksi pembakaran ini. “Kami masih kumpulkan fakta-fakta yang berkaitan dengan pelanggaran hukum, jadi belum ada yang ditangkap,” terangnya.

Disinggung soal apakah masih ada masyarakat yang tinggal di Banti, mantan Kapolda Banten ini menyatakan, masih ada. “Masyarakat masih ada, mereka warga asli wilayah itu yang sudah turun-temurun tinggal di Banti, kondisi berbeda lima bulan lalu, saat masih banyak masyarakat pendatang,” tegas Boy Rafli.(ful/yek)