BERBAGI
Suasana panen perdana padi di lahan milik Kelompok Tani Wiyaima, Distrik Assolokobal, Jumat (23/3/2018). (Foto: Imanuel Itlay/Wone)

WAMENA – Asisten Staf Khusus Presiden, Riyan Sumindar bersama rombongan melakukan panen perdana padi di lahan sawah milik Kelompok Tani Wiyaima, di Distrik Assolokbal, Jumat (23/3) kemarin.

Pada kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Wiyaima, Ruben Lokobal mengungkapkan kelompoknya berkeinginan keras membuka lahan di kampung, hanya saja masih terkendala dengan irigasi.

“Kekurangan saya irigasi. Kedua mau buka lahan target 40 hektar,” ujarnya di hadapan Asisten Staf Khusus Presiden di Distrik Assolokbal, kemarin.

Dia mengatakan, target ke depan dijadikan lahan padi, tetapi pemerintah ke depan juga harus berpikir bagaimana cara meningkatkan perekonomian masyarakat ekonomi lemah agar sejahtera.

“Pemerintah dari Dinas Pertanian mereka mendampingi kami dan memfasilitasi dengan alat kerja dan juga peralatan penunjang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Asisten Staf Khusus Presiden, Riyan Sumindar mengapresiasi panen perdana yang dilakukan oleh Kelompok Tani Wiyaima Distrik Assolokobal.

Hanya saja, Riyan memberikan catatan kepada pemerintah daerah bahwa bibit yang digunakan oleh kelompok tani ini merupakan bibit lama tahun 1983, sehingga perlu intervensi dari pemerintah baik Jayawijaya maupun pemerintah pusat untuk mendapatkan bibit baru.

“Panen perdana ini bisa menjadi pemicu untuk pengembangan ekonomi desa, kalau bisa diperluas hingga 40 hektar maka kawasan ekonominya akan mencapai sekitar Rp 3 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya, Hendri Tetelpta mengharapkan agar melalui panen perdana ini bisa menjadi motivasi terhadap petani sawah yang lain, untuk lebih giat mengembangkan sawahnya.

“Ke depan setelah panen, upaya kami terus bagaimana menggiatkan pendampingan dan pembinaan kepada petani itu supaya usahanya terus berlanjut,” pungkasnya.(lay/man)