BERBAGI
General Manajer PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Ari Dartomo.(Foto: Sunario/Wone)

JAYAPURA – Merujuk pada 2.500 desa yang harus dilistriki oleh pemerintah menuju Papua Terang 2020, PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (PLN WP2B) bersama pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terjun ke Papua untuk melistriki seluruh desa.

General Manajer PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Ari Dartomo mengungkapkan dari jumlah tersebut, khusus PLN WP2B akan melistriki 423 desa di tahun ini dan sesuai dengan komitmen PLN bahwa program Papua Terang 2020 akan dimajukan menjadi di 2019, sehingga pada 2019 diharapkan PLN WP2B akan bisa melistriki sebanyak 965 desa dengan berbagai cara.

“Artinya bahwa sesuai dengan kondisi di setiap desa maupun setiap sistem, masing-masing akan ada solusi kelistrikannya, sebagai contoh ada yang akan ditarik dari jaringan existing, kemudian akan ada yang mungkin juga harus dibentuk satu Lisdes (listrik desa) baru dengan pembangkit tersendiri, ada juga yang menggunakan PLTS komunal yang sifatnya individual,” paparnya, Kamis (22/3).

Namun, lanjutnya, hal lain yang terkait dengan melistriki Papua itu tidak hanya itu saja, masih ada priotitas lain yaitu bahwa desa-desa yang belum terlistrik selama 24 jam PLN WP2B juga telah memprogramkan hal itu untuk diupayakan dan dipersiapkan agar bisa menyala selama 24 jam.

Ari Dartomo mengungkapkan dengan bisa menyala 24 jam operasi listrik di Papua dan Papua Barat diharapkan segala aktivitas menjadi lebih produktif dan masyarakat akan bisa lebih maju lagi. Demikian juga tidak kalah pentingnya, PLN juga akan meningkatkan agar bagaimana kehandalan distribusinya bisa berjalan dengan baik.

“Setiap daerah di Papua ini punya kekhasan masing-masing karena sistem yang sudah di desain sejak awal seperti apa, peralatan yang sudah dipasang seperti apa, itu semua berbeda-beda sehingga penanganan mengenai kehandalan dari masing-masing sistem itu juga pasti ada perbedaan di masing-masing area. Selanjutnya kita harus menyelesaikan program untuk kecukupan daya dengan berbagai cara agar sistem yang ada tersebut bisa lebih handal lagi,” jelas Ari.

Selain itu, tahun ini juga PLN WP2B akan bekerjasama dengan Unit Induk Pembangkit (UIP) Provinsi Papua untuk bersama-sama menyelesaikan semua permasalahan kelistrikan yang di Papua dan Papua Barat sehingga diharapkan seluruh desa akan berlistrik atau sama halnya dengan yang ada di kota dengan kondisi kecukupan daya yang sangat cukup juga.

“Dalam perjalanan PLN, hingga saat ini masih banyak sekali yang harus kami kerjakan, dan saya yakin hambatan maupun hal-hal yang mungkin dapat menghambat tercapainya program tersebut maka kami mohon kerja sama yang baik dengan masyarakat  agar program Papua Terang ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (sun/man)