BERBAGI
General Manager Pertamina MOR VIII Tengku Fernanda. (Foto:Sunario/Wone)

JAYAPURA – Manajemen PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) VIII Maluku-Papua menyebutkan saat ini ada peluang dari pada Pertamina untuk mengekspor Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus ke Papua Nugini (PNG) karena saat ini pembicaraan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan PNG mulai memasuki tahap akhir.

Hal tersebut diungkapkan oleh General Manager Pertamina MOR VIII Tengku Fernanda di Jayapura, Kamis (22/3).

Tengku menjelaskan saat ini Pertamina masih memprioritaskan untuk bisa memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, namun dengan akan terjalinnya kerja sama dagang antar kedua negara tersebut, maka pengembangan pasar BBM tersebut bisa saja dilakukan.

Tengku juga mengakui, bahwa Pertamina juga sudah pernah punya rencana tersebut, akan tetapi untuk bisa merealisasikannya ke PNG ada dua hal yang harus perlu dikaji, di antaranya dari sisi keekonomiannya, Pertamina akan melakukan suplai dari mana. Bila itu langsung ke PNG, maka yang paling dekat dari TBBM Jayapura. Sementara saat ini Jayapura juga disuplai dari TBBM Wayame dan Wayame disuplai dari Kilang di Balikpapan. “Jadi untuk bisa mengekspor ke PNG harus menempuh perjalanan yang jauh. Dengan demikian, apakah nantinya harga keekonomiannya masih bisa bersaing, bila dibandingkan PNG mengimpor dari Australia atau negara lainnya,” ujarnya.

Kemudian dari sisi regulasi juga, lanjutnya, yang hingga kini belum memungkinkan untuk Pertamina melakukan ekspor BBM dan hal tersebut terkait dengan volume produksi kilang minyak yang dikelola Pertamina itu sendiri.

Tengku menambahkan, hal tersebut bisa saja terjadi bila suatu saat produksi kilang milik Pertamina berlebih. Akan tetapi walaupun demikian, pihaknya juga bisa memintakan izinnya ke Kementerian Perdagangan.

“Saat ini hal yang paling mudah dilakukan adalah membangun sebuah lembaga penyalur di kawasan perbatasan Skouw-Wutung, namun hal itu juga akan dikhususkan untuk memasarkan BBM nonsubsidi saja,” imbuhnya. (sun/man)