BERBAGI
Amnesti Pajak

JAYAPURA – Sejak diadakannya Tax Amnesty (TA) sebagai salah satu program pengampunan yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak, dalam tiga periode yang berlangsung dari 2016 hingga 2017 lalu, total penerimaan Dirjen Pajak (DJP) Papua Maluku sebesar Rp 686 miliar dengan total wajib pajak sebanyak 11.052 wajib pajak.

“Data tersebut yang kami daftar hanya para wajib pajak yang melaporkan harta-harta yang dibayarkan dengan berbagai kategori itu. Dan untuk para wajib pajak yang belum melaporkan, di mana batas TA  saat ini juga sudah lewat dan periode pelaksanaan Amnesti Pajak tersebut juga telah berakhir. Maka para wajib pajak itu masih bisa memanfaatkan peraturan baru yaitu PAS Final,” ujar Kepala Kanwil DJP Papua dan Maluku, Wansepta Nirwanda kepada para awak media, Selasa (20/3) lalu.

Dijelaskannya, PAS Final atau Pengungkapan Aset Sukarela dengan Tarif Final adalah program pemerintah pasca Tax Amnesty bagi wajib pajak yang belum sempat mengungkapkan harta dalam SPH (Surat Pengungkapan Harta), maupun di SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) saat program Tax Amnesty berlangsung.

Dua wajib pajak yang wajib mengikuti PAS Final adalah wajib pajak peserta Amnesti Pajak yang belum mengungkapkan hartanya dalam SPH atau laporan SPT dan wajib pajak non peserta Amnesti Pajak yang belum dilakukan pemeriksaan. Harta ini diungkapkan melalui SPT Masa PPh Final

“PAS Final ini hadir untuk memberikan manfaat bagi wajib pajak yang masih belum melaporkan harta dengan benar dalam Tax Amnesti. PAS-Final ini akan memberikan fasilitas kepada wajib pajak agar tidak dikenakan sanksi yang besar dan jika tidak ada PAS-Final ini, maka sanksi yang akan dikenakan kepada para wajib pajak yang tidak melaporkan atau mengikuti TA sebelumnya bisa mengikutinya agar nantinya dianggap bersih dari pajak,” jelasnya.

Diakui Wansepta, dalam pelaksanaan TA yang pihaknya laksanakan sejak 2016 hingga 2017 lalu tidak ditentukan dengan jumlah target tertentu, karena hal itu merupakan salah satu ajang pemerintah dan rakyatnya untuk berdamai untuk segera melaporkan pajak.

“Hingga saat ini, masih banyak persepsi di masyarakat yang keliru. Artinya ketika dia sudah mengikuti TA, para wajib pajak merasa tidak perlu lagi untuk melaporkan pajaknya. Anggapan ini yang salah, justru setelah mengikuti TA itu, para wajib pajak tersebut harus lebih rajin lagi dalam melaporkan semua hartanya,” pungkasnya. (sun/man)