BERBAGI
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Jayapura, Muhajir Djurumiah.

JAYAPURA – Staf khusus Presiden Lenis Kogoya telah melakukan pertemuan dengan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua serta instansi terkait guna membahas agenda Presiden RI Jokowi Dodo yang rencananya pada 1 April mendatang akan melaunching Kapal Roll on Roll of (Roro) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Jayapura.

Dalam pertemuan tersebut, Lenis merekomendasikan untuk Pelabuhan Jayapura dijadikan sebagai pengumpul barang-barang kebutuhan pokok untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah-wilayah lain di Papua.

Menanggapi hal tersebut, General Manajer PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Jayapura, Muhajir Djurumiah mengungkapkan bahwa kehadiran Kapal Roro tersebut di Jayapura masih banyak yang harus dipertimbangkan, karena adanya pembatasan angkutan peti kemas keluar dari pelabuhan dan lahan yang ada di pelabuhan saat ini masih terbatas untuk melakukan aktivitas bongkar muat Kapal Roro itu.

“Mekanisme kehadiran Kapal Roro ini nantinya pada saat peti kemas itu turun dari kapal harus langsung keluar dari pelabuhan, sementara kita di Kota Jayapura ini ada pembatasan operasional angkutan peti kemas keluar pelabuhan. Masalah lahan juga akan menjadi kendala karena keterbatasan lahan penumpukan di pelabuhan. Jadi untuk kedatangan Kapal Roro tersebut, kami belum bisa pastikan mereka bisa masuk ke Palabuhan Jayapura,” ujar Muhajir kepada Wone, Rabu (21/3).

Muhajir mengakui, beberapa minggu yang lalu pihaknya juga mendapatkan surat dari operator Kapal Roro (PT Duta Shipping) untuk meminta kapal tersebut bisa bersandar di Pelabuhan Jayapura, dan dengan tegas pihaknya telah menyatakan bahwa kondisi lahan (lapangan penumpukan) di dalam pelabuhan saat ini sudah terisi 90 persen. Hal itu juga sudah sesuai dengan Kementerian Perhubungan yang hanya bisa menampung 75 persen.

“Kondisi Pelabuhan Jayapura itu sebenarnya saat ini sudah over kapasitas. Padahal dari PT Duta Shipping meminta kepada Pelindo sekitar 40.000m2 untuk dijadikan tempat penampungan truck yang akan turun dari kapal. Terkait dengan hal itu, kami dari Pelindo IV dengan tegas telah mengatakan bahwa kami tidak mempunyai lahan di dalam pelabuhan yang seluas yang PT Duta Shipping minta. Satu hal lagi, bahwa Pelabuhan Jayapura ini adalah terminal peti kemas, bukan terminal Roro,” tegasnya.

Ditambahkannya, jadi semua rencana akan adanya pelayaran perdana Kapal Roro pada 1 April 2018 mendatang dari Surabaya menuju Jayapura, hingga saat ini pihak dari Pelindo IV belum mendapatkan info yang jelas akan kehadiran kapal tersebut di Kota Jayapura.

“Kita dari Pelindo IV Cabang Jayapura akan tetap mendukung kehadiran Kapal Roro tersebut di Jayapura, akan tetapi perlu juga dilihat kondisi dan kapasitas Pelabuhan Jayapura kita yang saat ini tidak lagi mampu menampung jumlah kontainer dari Kapal Roro tersebut,” pungkasnya. (sun/man)