BERBAGI
Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP. Penri Erison,S.Pd,MM

JAYAPURA-Seorang siswi kelas VI SD di Kota Serui, Distrik Yapen Selatan, Kabupaten Kepulauan Yapen, mengalami gangguan psikis akibat kekerasan seksual yang dilakukan empat pria tetangganya, sejak akhir tahun 2017.

Bahkan, korban yang masih berusia 12 tahun masih dalam kondisi trauma akibat peristiwa tersebut. Hal ini diungkapkan Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP. Penri Erison,S.Pd,MM saat dihubungi melalui ponsel seluler, Kamis (22/3) siang.

Penri mengaku, telah bertemu dengan orang tua korban serta korban kekerasan seksual. Upaya ini dilakukan guna membantu memulihkan korban pasca kekerasan seksual yang dialaminya sejak akhir tahun 2017.

“Saya beberapa hari lalu bertemu dengan korban dan menanyakan kabar korban sambil berbincang-bicang, namun dari kondisi, korban masih trauma dan mengalami gangguan psikis,” paparnya.

Ketakutan korban, lanjut Penri, menyusul, ancaman para tersangka terhadap korban, usai melakukan tindakan kekerasan seksual. Apalagi korban dan keempat pelaku tinggal berdekatan atau masih tetangga dekat.

“Mereka ini tetangga dekat, dan tidak ada hubungan keluarga. Itu pun saat kejadian korban di bawah ancaman, di mana dari pengakuan korban, pelaku akan membunuhnya jika memberitahukan kepada orang tuanya,” bebernya.

Penri menambahkan, pihaknya akan melakukan pendalaman terkait kasus kekerasan seksual ini dengan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak. Sementara keempat tersangka telah ditahan di rumah tahanan Mapolres Kepulauan Yapen.

“Keempatnya dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukum di atas 15 tahun penjara,” imbuhnya.

Sebelumnya, Siswi Kelas VI SD menjadi korban kekerasan seksual empat pria yang dikenalnya, sejak akhir tahun 2017 lalu. Kekerasan seksual ini terjadi di rumah korban saat orang tua korban tengah pergi.

Ironisnya, tiga dari total empat pelaku berstatus pria beristri yang telah berusia renta, sedangkan satu pelaku lainnya masih berstatus pelajar. Keempat pelaku masing-masing berinisial AA (48), MK (63), JH (52) dan LK (16 ).(ful/yek)