BERBAGI
Jhon Gobay

JAYAPURA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Jhon Gobay mempertanyakan keberadaan PT Pasific Mining Jaya, yang sebagaimana izin dari dari pihak Provinsi Papua untuk melakukan eksplorasi yakni sekedar mengambil sampel. Namun, dalam kenyataanya PT PMJ justru melebihi kewenagannya dengan operasi produksi Emas.

PT PMJ menurut Jhon Gobay, saat ini terus melakukan operasi produksi emas dikawasan Sungai Mosairo, Kamp.Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua.

“Saya baru saja kembali dari Nabire dan saya telah mendapat info dan itu semua sesuai dengan pantauan saya beberapa waktu lalu. Karena ini tindakan pidana sesuai UU No 4 tahun 2009, maka kami minta pak Kapolda memerintah bidang yang berwenang dan Kapolres Nabire untuk menghentikan kegiatan dan memproses oknum pemilik ijin dan kontraktor tersebut (PT PMJ-red), sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perlu diketahui kegiatan ini juga akan merugikan negara,” kata dia, Senin (18/3)

Jhon Gobay yang juga adalah Ketua Dewan Adat Paniai menambahkan, dirinya baru saja melaporkan hal ini kepada Kapolda Papua. Lebih mengherankan lagi, Sdr Beny Ang Jaya yg miliki izin Eksplorasi dari Propinsi nama perusahaan PT PMJ ini, justru bisa memasukan laporan pada pihak Tipiter Polda Papua dan laporan itu diproses,

“Yang lebih kami sesalkan adalah, tindakan Tipiter Polda Papua yang memproses LP dari Benny Ang terhadap PT. KPS. Sementara itu tindakan penyalahgunaan izin dari Benny Ang sendiri tidak di proses oleh Tipiter Polda Papua. Ini tidak adil. Jika begini kondisinya, sebaiknya juga proses hukum untuk PT.KPS dihentikan,” bilang Jhon Gobay.

 

Lokasi Tambang Emas PT.PMJ di Nabire

Anggota DPR Papua dari jalur pengangkatan 14 kursi itu mengaku dirinya akan terus melakukan pengawalan atas berbagai tambang ilegal yang ada di Papua.

“Kalau lihat masalah PT PMJ ini kan masyarakat sendiri bisa menilai. Salah satunya patut diduga ada penyalahgunaan izin yang dengan aturan perundangan kita dalam hal ini UU No 4 Tahun 2009,” pungkasnya. (Mdc/Jog)