BERBAGI

WAMENA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jayawijaya telah merekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS). Untuk sementara, DPS Jayawijaya sebanyak 265.472 pemilih, masing-masing laki-laki 139.760 pemilih dan perempuan 125.712 pemilih.

Komisioner KPU, Divisi SDM dan Sosialisasi Markus Way mengungkapkan, DPS ini berdasarkan coklit tanggal 20 Januari hingga 18 Februari dan pihaknya telah memplenokannya dengan menghadirkan Dinas Kependudukan, Parpol, Kesbangpol, dan dua tim pendukung paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

“Pleno yang sudah kita lakukan terhadap DPS yang kita lakukan dan laporkan adalah dari hasil coklit itu, laki-laki 139.760 dan perempuan 125.712 total DPS Jayawijaya 265.472 calon pemilih dari 40 distrik, 332 desa dan kelurahan, serta 581 TPS,” jelasnya saat ditemui di Kantor KPU Jayawijaya, Selasa (20/3) kemarin.

Menurutnya, dari data yang diinput ternyata masih ada warga yang tidak memiliki KTP, NIK (non KTP) yakni laki-laki 80.122 dan perempuan 76.311 pemilih total 156.433  pemilih .

“Itu non KTP, jadi sudah termasuk pemilih pemula, orang tua yang tinggal di kampung-kampung. Ini kita sudah dorong ke Dinas Kependudukan,” ungkapnya.

Menurut Way, pihak Dinas Kependudukan telah berkoordinasi dengan KPU, mereka minta agar kepala distrik mengajukan surat ke kependudukan agar mengeluarkan surat keterangan nomor dua bagi warga yang belum memiliki NIK (non KTP).

“Sedangkan Surat Keterangan  1 itu diberikan kepada mereka yang sudah perekaman, sementara Surat Keterangan 2 itu diberikan kepada mereka yang belum perekaman, agar hak mereka bisa terakomodir di pemilihan. Ini jalan keluarnya,” imbuh Way.

KPU Jayawijaya sendiri telah melaporkan hal ini ke KPU Papua dan akan diajukan ke KPU RI. “Lalu ada tenggang waktu untuk kita lakukan perbaikan-perbaikan  pada Maret-April,” jelasnya.

Setelah perbaikan, pihaknya akan mengeluarkan DPS dan ditempelkan di setiap kantor distrik sehingga nantinya masyarakat datang dan melihat nama-nama mereka.

”Kalau nama tidak  masuk dia lapor kepada PPD, supaya mereka mencatat dan dibawa kemari untuk diinput lagi, sehingga nanti tanggal waktu menetapkan DPS itu ada,” paparnya.

Dia menambahkan, setelah tanggal waktu menetapkan DPS ini, KPU akan kirim kembali lalu penetapan DPT untuk Jayawijaya.(lay/man)