BERBAGI

 

Kepala BNN Papua Brigjen Pol, Drs. Moh. Abdul Kadir, M. M.Si.

JAYAPURA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua, Brigjen Pol, Drs. Moh. Abdul Kadir, M. M.Si, mengungkapkan, beberapa Daerah di Papua rawan beredarnya Norkoba diantaranya, Timika, Kota Jayapura, Merauke, Nabire, Biak dan Keerom.

“Untuk Kabupaten Keerom, Kota  Jayapura, Merauke dan Biak, kami akan melakukan koordinasi degan pihak-pihak terkait guna membentuk kepengurusan BNN tingkat Kabupaten yang belum memiliki Kantor BNN,” ungkap kepala BNNP kepada Harian WONE saat ditemui di Abepura, Selasa (20/03).

Dikatakan Kepala BNN Papua Brigjen Pol, Drs. Moh. Abdul Kadir beberapa hari lalu, pihaknya sedikit kecewa dimana saat berkunjung ke Kabupaten Merauke akan Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daera tidak ada ditempat, padahal daerah ini langsung bebatasan dengan Negara tetangga PNG sehingga dianggap menjadi salah satu rawan peredaran narkoba.

“Untuk Kota Jayapura, hampir banyak masuk dari pelabuhan dan Wilayah Distrik Muara Tami, Perbatasan RI-PNG di Skow, maka dengan itu semua masyarakat untuk bekerja sama menuntaskan kejahatan Narkotika di Tanah Papua,” tegas Brigjen Pol, Drs. Moh. Abdul Kadir.

Dijelaskan, dengan hadirnya Badan Norkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) disetiap Daerah hal ini dapat menurunkan angka pengguna dan pengedar Narkoba di Papua

“Data saat ini pada kami, sesuai dikeluarkan oleh BNN Pusat, khusus Papua peredaran Narkoba makin meningkat. Untuk Tahun 2018 mencapai  angka 1,7 persen untuk pengguna Narkoba,” urainya.

Kepala BNN Papua menuturkan, Angka pengguna narkoba di Papua yang cenderung mingkat, hampir mendekati angka gawat Dadurat Narkoba yang ditentukan oleh BNN Pusat yang mencapai 1,09 persen.

“Dengan berbagai upaya kami lakukan pencegahan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya menggunakan Narkoba, diharapkan dapat mengurangi angka 1,7 persen penguna Narkoba di Papua yang sudah ditentukan oleh BNN Pusar, ” tambahnya.(cw-02/pel)