BERBAGI

JAYAPURA – Bank Papua sejak menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam beberapa waktu belakangan ini akan adanya kas titipan di beberapa daerah kantor cabang yang tersebar di seluruh Provinsi Papua hingga saat ini telah berjalan secara maksimal. Di mana hal tersebut sangat membantu kinerja semua perbankan yang ada di setiap daerah dalam pelayanan uang lusuh (tidak layak edar).

Direktur Operasional Bank Papua Isak S. Wopari mengungkapkan bila masyarakat masih menemukan adanya peredaran uang lusuh (tidak layak edar) di beberapa tempat yang ada KC Bank Papuanya, maka uang lusuh tersebut bisa dibawa ke Bank Papua untuk segera ditukarkan dengan uang baru.

Isak menegaskan, dalam pemberian edukasi kepada masyarakat akan penggantian uang lusuh tersebut, juga berlaku terhadap semua perbankan, terkhusus Bank Papua yang ada di semua daerah yang sudah ada kas titipannya untuk segera melakukan penukaran. Dan menurut Isak, hal itu perlu dilakukan agar masyarakat juga bisa mengerti bagaimana cara menggunakan uang rupiah yang baik dan benar.

“Saat ini semua KC Bank Papua yang melayani kas titipan dari BI, rata-rata dari plafon yang diberikan oleh BI sebesar Rp 150 miliar setiap bulannya, yang mana setiap transaksinya kami segera melaporkan ke BI agar bisa didrop ulang akan ketersedian uang layak edar tersebut,” ungkap Isak, Senin (19/3).

Menurut Isak, dengan adanya pelayanan kas titipan di beberapa KC Bank Papua tersebut, saat ini sangat membantu BI baik dari sisi biaya yang berkurang maupun dari sisi administrasi. Pihaknya juga bersedia bila memang masih ada kabupaten yang meminta akan adanya penambahan pelayanan kas titipan di beberapa daerah yang belum ada pelayanan kas titipan tersebut. (sun/man)