BERBAGI
Kepala Bagian Tata Usaha BBPPKS Regional VI Jayapura, Dwi Dharmawan saat Melepaskan Tanda Peserta PDPS, Selasa (20/3).

 JAYAPURA-Setelah berlangsung selama 14 hari (dua minggu) Diklat Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial (PDPS) yang diikuti sebanyak 30 peserta berlangsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Jayapura ditutup, Selasa (20/3).

Kepala BBPPKS Regional VI Jayapura, Drs. Isak Sawo,M.Si dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bagian Tata Usaha (TU), Dwi Dharmawan,SE mengatakan, perubahan pemerintahan yang berimplikasi pada perubahan arah pembangunan nasional 5 tahun ke depan, menuntut kesiapam dan kesigapan setiap unit organisasi dalam pemerintahan termasuk Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Untuk tidak saja mampu secara tepat mengimplementasikan, namun juga menjabarkan ke dalam berbagai bentuk kebijakan dan program, serta mengimplementasikannya secara efektif. Seiring dengan perubahan arah pembangunan nasional 5 tahun ke depan dimaksud, tantangan yang harus dijawab terkait tugas dan fungsi Badiklitpensos, sebagai supporting unit di Lingkungan Kemensos akan semakin berat.

“Setidaknya terdapat tiga tantangan yang harus dijawab Kemensos khususnya dalam Lingkup Badiklitpensos ke depan, yaitu terkait dengan penguatan SDM dan Kelembagaan Penyelenggaraan Kesos, Penelitian dan Pengembangan Kesos serta penguatan peran dan fungsi penyuluhan sosial  sebagai infrastruktur fundamental dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” tuturnya.

Kepala BBPPKS Regional VI mengemukakan, isu strategis yang juga harus dijawab oleh Badiklitkesos adalah pengembangan model sistem dan layanan rujukan terpadu dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Terkait dengan penguatan SDM dan kelembagaan penyelenggaraan Kesos, pengimplementasiannya dilakukan melalui program pendidikan tinggi profesi pekerjaan sosial, pendidikan dan pelatihan kesejahteraan sosial serta pengembangan profesi pekerja sosial dan penyuluh sosial.

“Kami berharap, bapak dan ibu yang telah mengikuti kegiatan PDPS ini mampu menjabarkan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing untuk menuntaskan kesenjangan sosial yang ada di sana,” ujar Dwi.

Selain itu, kata Dwi, problem sosial yang terdapat di wilayah Indonesia tentu berbeda-beda termasuk wilayah yang berada di bawah wilayah kerja BBPPKS Regional VI Jayapura yang meliputi Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

“Intinya dari kegiatan ini bagaimana, setiap pekerja sosial mampu menjalankan fungsinya di lapangan dengan baik sehingga indikator-indikator kesejahteraan sosial dapat dituntaskan dengan baik,” demikian penjelasan yang diberikan Kepala Bidang TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Dwi Dharmawan,SE.(yek)