BERBAGI
Bandar dan Pengecer Togel Diamankan Bersama Barang Bukti Hasil Penjualan Kupon Togel.

JAYAPURA – Praktek perjudian kupon Toto Gelap alias Togel ditengah masyarakat kian mengkhawatirkan. Tak hanya didaerah perkotaan, jenis judi tebak angka yang dilegalkan dinegara tetangga semisal Malaysia, namun ilegal di Indonesia itu, seakan kian menjamur.

Aparat kepolisian pun dituntut keseriusannya dalam membongkar dan menangkap jaringan perjudian beromzet miliaran rupiah itu.

Komitmen pimpinan Polda Papua memberantasnya pun boleh dibilang kian tegas. Kali ini seorang bandar dan pengecer kupon togel di Kabupaten Yahukimo diciduk aparat kepolisian setempat, Jumat (23/2) malam.

Ironisnya, salah satu pelaku yang berperan sebagai pengecer togel berinisial YD (50 tahun) tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Yahukimo. Sedangkan satu sisanya berinisial Bn (41 tahun) merupakan bandar togel.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi, Sabtu (24/2) kemarin mengatakan, kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda di  Jalan Baliem Dekai, Yahukimo.

“Dari penangkapan itu ada barang bukti uang tunai hasil penjualan togel sebesar Rp 7.960.000, 3 bundel kupon togel, 46 lembar kupon togel, 2 lembar tabel shio dan 4 lembar tabel angka keluar,” kata Kamal.

Penangkapan ini, Kamal menerangkan, berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan aktifitas perjudian togel di Jalan Baliem, Dekai, Kabupaten Yahukimo. Menindaklanjuti informasi itu, anggota Satuan Reskrim Polres Yahukio melakukan penelusuran di lokasi.

Dalam penggrebekan, sambung mantan Wakapolres Depok ini, aparat berhasil meringkus Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial YK bersama sejumlah barang bukti uang tunai Rp 7.960.000, tiga bundel kupon togel, 46 lembar kupon penjualan dan 2 lembar kertas shio.

Kamal menuturkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, YK mengaku menyetor hasil penjualan kupon kepada apelaku Bn di Jalan Paradiso. “Setelah mengantongi identitas bandar, anggota langsung melakukan penggrebekan dan berhasil menangkap Bn di rumahnya,” terangnya.

Kamal menambahkan, pihak kepolisian setempat masih mengembangkan kasus ini dengan meminta keterangan dua orang warga Dekai, Kabupaten Yahukimo seputar perjudian yang dilakukan YK dan Bn. Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenai Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara. (Ful/Cel)